ADVERTISEMENT

Ini Pengusaha Kaya Raya Berharta Rp 513 T di Balik Tenarnya Kinder Joy

Danang Sugianto - detikFinance
Sabtu, 16 Apr 2022 03:30 WIB
Giovanni Ferrero
Foto: Giovanni Ferrero (Istimewa/Forbes)
Jakarta -

Kinder Joy belakangan ini menarik perhatian publik. Panganan coklat berhadiah mainan yang digemari anak kecil itu disebut-sebut terkontaminasi bakteri salmonella.

Menyikapi temuan kasus ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetop sementara peredaran Kinder Joy yang terdaftar di Indonesia.

Meski begitu, Kinder Joy memang salah satu jajanan paling tenar di kalangan anak kecil. Bukan hanya di Indonesia, Kinder Joy juga cukup dikenal di banyak negara.

Nah di balik perusahaan produsen Kinder Joy ada sosok yang bernama Giovanni Ferrero. Dia adalah pemilik grup perusahaan makanan asal Italia, Ferrero. Giovanni menjabat sebagai co-CEO dengan saudaranya, Pietro, yang meninggal karena serangan jantung pada tahun 2011.

Pada tahun 2017 ia mengundurkan diri sebagai CEO tetapi tetap sebagai ketua eksekutif untuk fokus pada strategi perusahaan. Perusahaan Ferrero sendiri dibangun oleh sang kakek Pietro Ferrero bersama sang istri pada 1947 di Italia.

Keluarga Ferrero kemudian menjadi pabrikan pertama di Italia yang membuka lokasi produksi dan kantor di luar negeri di sektor makanan setelah Perang Dunia II. Hingga kini, Ferrero dikenal sebagai produsen makanan ikonik termasuk Nutella, Kinder, dan Tic Tac.

Pabrik Ferrero tersebar di seluruh dunia, di antaranya berlokasi di Belgia, Australia, India, Turki, Mexico dan China. Pada 2021, Ferrero mencatatkan penjualan senilai US$ 14 miliar.

Berkat perusahaannya itu, menurut laporan Forbes real times billionaire, kini Giovanni Ferrero ada di urutan ke-37 dalam daftar orang paling kaya di dunia per Kamis (14/4/2022).

Berdasarkan laporan tersebut, total kekayaan pengusaha berusia 57 tahun ini mencapai US$ 35,9 miliar atau lebih dari Rp 513,37 triliun. Itulah sosok di balik Kinder Joy.

Meski dipastikan produk coklat Kinder di Indonesia berbeda dengan negara yang melaporkan kasus Salmonella, BPOM tetap menghentikan peredaran dengan alasan kehati-hatian. Kepala BPOM Penny K Lukito menegaskan produk Kinder Joy tersebut bakal ditarik sementara dari pasaran.

"Kinder Joy akan ditarik oleh pemilik izin edar, tentunya masyarakat jangan membeli dan makan dulu," terang Penny, Selasa (12/4/2022).

(das/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT