Urban Farming: Tren Milenial Jadi Petani untuk Cari Cuan

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Minggu, 17 Apr 2022 11:13 WIB
Petani di Kecamatan Polanharjo masih ada yang panen padi
Ilustrasi foto Petani di Kecamatan Polanharjo masih ada yang panen padi (Achmad Syauqi detikcom)
Jakarta -

Konsep urban farming dinilai jadi salah satu solusi masalah perkebunan dan pertanian di Indonesia. Anak muda alias milenial diajak untuk ikut aktif melakukan hal ini.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo RI, Septriana Tangkary mengajak para generasi muda untuk memulai Urban Farming. Hal itu dilakukan guna meningkatkan ketahanan pangan, serta menambah pundi-pundi ekonomi.

Kominfo turut memfasilitasi para petani untuk go online. Aplikasi ini diharapkan bisa mendukung para petani untuk memasarkan produknya secara online.

"Ini suatu kesempatan kita, peluang kita di samping pertanian, UMKM juga meningkat. Guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan," kata Septriana dalam keterangannya, Minggu (17/4/2022).

Kepala Dinas Pertanian Semarang Hernowo Budi Luhur mengatakan adanya Urban Farming khususnya daerah Semarang, juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja di perkotaan.

"Kita di Semarang itu punya Urban Farming Corner, di mana di sana bisa berlatih pertanian. Di samping pelatihan tadi, kita juga sediakan barang dagangan seperti pupuk dalam sekala kecil untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan pertanian dalam sekala kecil," kata Hernowo.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Dwi Retno Lukiwati juga mengungkapkan sistem Urban Farming sangat ramah lingkungan, ekonomis, juga memungkinkan bisa menambah pendapatan keluarga.

"Tanaman sayuran bisa dimanfaatkan untuk sumber ketahanan pangan keluarga. Budidaya ikan sekala kecil juga bisa dimanfaatkan dalam lingkup keluarga. Kalau sekala besar nanti bisa dikomersialkan dan menambah pundi-pundi ekonomi kita," kata Retno.

Duta Petani Milenial Semarang Sandi Febrianto mengatakan sudah saatnya generasi milenial, untuk mengembangkan pertanian dan mengelola pangan secara modern.

Menurutnya, adanya Urban Farming akan menghasilkan pangan yang sehat, segar, aman dan berkualitas. Disamping itu, berbagai produk hasil Urban Farming seperti salad sayur, sayuran organik, hingga took online pertanian bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan.

"Saat ini Urban Farming sudah sangat familiar. Apalagi selama pandemi. Karena itu, dengan adanya pertanian perkotaan ini, kita dapat tantangan untuk mengembangkan pertanian dengan melakukan inovasi-inovasi yang lebih baik untuk meningkatkan ekonomi para generasi milenial," tandas Sandi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ada sekitar 9,3 miliar orang akan bermukim di bumi pada tahun 2050 mendatang. Ini berarti permintaan pangan akan meningkat drastis, sementara jumlah sumber daya lahan dan sumber daya manusia yang bekerja di sektor pertanian akan semakin menyusut.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah petani per 2019 mencapai 33,4 juta orang. Adapun dari jumlah tersebut, petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun, hanya 8 persen atau setara dengan 2,7 juta orang. Dalam data yang sama, dari periode 2017 ke 2018, penurunan jumlah petani muda mencapai 415.789 orang.



Simak Video "Soraya Cassandra, Hijaukan Secuil Lahan di Tanah Urban"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)