Punya Harta Rp 55 T, Orang Terkaya Ukraina Janji Bangun Kembali Kota Mariupol

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 18 Apr 2022 21:00 WIB
Pabrik baja di kota Mariupol jadi saksi perang Rusia-Ukraina yang belum usai hingga saat ini. Kerusakan di pabrik itu cukup parah usai menjadi target serangan.
Foto: Reuters
Jakarta -

Orang terkaya Ukraina, Rinat Akhmetov berjanji untuk membangun kembali kota Mariupol yang mengalami kehancuran besar di tengah invasi Rusia. Bagi Rinat, Mariupol adalah kawasan yang selalu berada di hatinya.

Di tempat itu juga bisnisnya berkembang pesat. Dua pabrik baja besar yang memiliki daya saing tingkat global dibesut Rinat di Mariupol.

Dilansir dari CNN, Senin (18/4/2022), Rinat Akhmetov telah melihat kerajaan bisnisnya hancur di Mariupol. Namun, dia yakin semua pejuang Ukraina akan mempertahankan kota tersebut.

Saat ini, perusahaan Metinvest miliknya yang merupakan pabrikan baja terbesar di Ukraina, telah mengumumkan mereka tidak dapat memberikan pasokan bajanya.

"Mariupol adalah tragedi global dan contoh global kepahlawanan. Bagi saya, Mariupol telah dan akan selalu menjadi kota Ukraina. Saya percaya tentara pemberani kita akan mempertahankan kota, meskipun saya mengerti betapa sulit dan sulitnya bagi mereka," kata Rinat dalam sebuah pernyataan tertulis.

Pada hari Jumat, Metinvest mengatakan tidak akan pernah beroperasi di bawah pendudukan Rusia. Perusahaan menyatakan pengepungan Mariupol telah melumpuhkan lebih dari sepertiga kapasitas produksi metalurgi Ukraina.

Rinat mengatakan ambisinya adalah mengembalikan kejayaan Mariupol bagi Ukraina. Dia akan menerapkan rencana produksi baru untuk perusahaan bajanya sehingga bisa menggairahkan kembali perekonomian dan pembangunan di Mariupol.

"Ambisi saya adalah kembali ke Mariupol Ukraina dan menerapkan rencana (produksi baru) kami sehingga baja yang diproduksi Mariupol dapat bersaing di pasar global seperti sebelumnya," papar Rinat.

Rinat Akhmetov tercatat sebagai orang terkaya di Ukraina. Menurut majalah Forbes, kekayaan bersih Akhmetov pada 2013 mencapai US$ 15,4 miliar. Saat ini mencapai US$ 3,9 miliar atau sekitar Rp 55,7 triliun.

Kerajaan bisnisnya menyusut sejak 2014, ketika Rusia mencaplok semenanjung Laut Hitam Krimea dan dua wilayah timur Ukraina, Donetsk dan Luhansk.

"Bagi kami, perang pecah pada tahun 2014. Kami kehilangan semua aset kami baik di Krimea dan di wilayah Donbas yang diduduki sementara. Kami kehilangan bisnis kami, tetapi itu membuat kami semakin tangguh dan kuat," kata Rinat.



Simak Video "Elon Musk Salip Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya di Dunia Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)