Balas Nyinyiran soal Utang, Sri Mulyani Pamer APBN Mulai Sehat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 20 Apr 2022 12:21 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono. Balas Nyinyiran soal Utang, Sri Mulyani Pamer APBN Mulai Sehat
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sering mendapatkan kritik dari berbagai kalangan terkait pembiayaan utang untuk APBN.

Pemerintah dinilai terlalu sering menarik utang untuk membiayai belanja negara. Terkait hal itu, Sri Mulyani pun memberikan respons.

"Jadi bagaimana porsi APBN Kita akhir Maret ini, karena banyak yang kemudian orang sering membuat statement mengenai kondisi APBN," kata dia dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (20/4/2022).

Dia mengungkapkan realisasi sampai akhir Maret keseimbangan primer APBN bahkan surplus Rp 94,7 triliun. "Ini suatu prestasi yang luar biasa karena tahun lalu itu defisit Rp 65,3 triliun. Artinya pembalikan 245% balik secara cepat dan kuat," ujar dia.

Dari sisi total keseimbangan, APBN hingga akhir Maret masih surplus di Rp 10,3 triliun. Tahun lalu Maret masih tercatat defisit Rp 143,7 triliun. Menurut dia ini membaik dari negatif dalam ke positif dan ada pertumbuhan 170,2%.

Dibandingkan tahun lalu Maret defisit sangat dalam, tahun lalu sudah defisit 0,85% dari GDP kita. Posisi bulan Maret, tahun ini APBN masih surplus di 0,06% dari GDP.

"Dengan demikian karena posisinya surplus maka pembiayaan utang kita merosot tajam, kita lihat sampai Maret kita hanya keluarkan Rp 139,4 triliun pembiayaan tahun lalu itu lebih dari Rp 332,8 triliun," jelas dia.

Sri Mulyani menyebut surplus pembiayaan utang merosot tajam yang menggambarkan bahwa APBN Kita mulai pulih kesehatannya. Menurutnya hal itu bagus karena APBN dibutuhkan untuk berbagai macam shock absorber masyarakat, membangun infrastruktur, membangun pendidikan memperbaiki kesehatan, memperbaiki alutsista, semuanya membutuhkan APBN.

Karena itu APBN harus terus menerus dijaga kesehatannya. "Bahkan dengan surplus kini kita masih punya sisa anggaran lebih atau cash kita yaitu Rp 149,7 triliun nah inilah yang disebutkan cerita mengenai APBN bekerja sangat keras menangani COVID-19 memulihkan ekonomi sudah mulai terlihat buahnya," jelas dia.

Menurut Sri Mulyani dengan kondisi ini maka terlihat ekonomi yang sudah mulai pulih. Meskipun rakyat meskipun tetap masih menghadapi tekanan, APBN tetap hadir sebagai bantalan atau shock arbsosber namun APBNnya sendiri mulai mengalami perbaikan kesehatan.

"Tentu kita tidak terlena tetap kita jaga, karena meskipun hasilnya sangat bagus namun risiko itu sangat masih tinggi," jelas dia.



Simak Video "Sri Mulyani Ungkap Belanja Negara Capai Rp 490 T Hingga Akhir Maret 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)