Top! Lilin Aroma Terapi Asal Bogor Terbang ke Australia hingga Filipina

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 21 Apr 2022 15:05 WIB
Coffee table design idea: aroma candles and dried lavender bouquet on a metal tray, sofa with grey blanket on background. Simple Scandinavian home decor. Hygge concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/VeranikaSmirnaya
Jakarta -

Produk salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal bogor yaitu lilin beraroma kayu manis berhasil terbang ke mancanegara. Yulianah yang menjalankan usaha bernama Jakarta Candle ini berhasil diekspor ke beberapa negara seperti Australia, Malaysia, Singapura dan Filipina.

Dia menjelaskan, usahanya ini dimulai ketika dia dan suaminya berinisiatif untuk membuat lilin hias dengan memanfaatkan rempah yang ada seperti kayu manis pada 2011 lalu.

"Pada tahun 2014, saya memperkenalkan produk Jakarta Candle ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, karena memiliki aroma yang khas dari produk lilin hias ini, akhirnya mulai banyak peminat dan menjadi viral di media sosial maupun marketplace,'' ujar Yulianah, Kamis (21/4/2022).

Dia mengungkapkan pada tahun yang sama, untuk pertama kalinya Jakarta Candle mendapatkan pesanan sebanyak 11 ribu lilin hias dari salah satu perusahaan di Jakarta. Namun tantangan yang dihadapi pada saat itu ia belum memiliki karyawan sehingga proses produksi pun masih dikerjakan berdua dengan suaminya.

Yulianah menjelaskan salah satu pelayanan yang menjadi nilai lebih dan membedakan dari kompetitor lainnya adalah Jakarta Candle memberikan kebebasan bagi para pembeli untuk menentukan spesifikasi dan model lilin hias yang dipesan.

Modal awal yang dirogoh oleh Yulianah sebesar Rp5 Juta dengan kapasitas produksi sekitar 50-100 lilin hias. Sekarang bisnisnya terus berkembang dan kini Jakarta Candle memiliki beberapa karyawan yang berasal dari masyarakat sekitar usahanya dan mampu menghasilkan 1.000 lilin hias dalam setahun dengan omzet lebih dari Rp 550 juta.

Kisaran harga produk pun juga terbilang bervariasi dengan harga jual Rp 26 Ribu sampai Rp 150 Ribu.

"Melihat Jakarta Candle yang terus berkembang tidak membuat saya berhenti untuk belajar dan berinovasi. Pada tahun 2017 hingga 2019, saya memutuskan untuk mengikuti program pelatihan Coaching Program for New Exporter (CPNE) dan Marketing Handholding yang diadakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Dia menjelaskan banyak hal yang dipelajari dari pelatihan yang saya ikuti. "Mulai dari melakukan presentasi bisnis sampai menyusun strategi pemasaran yang baik. Berkat pelatihan tersebut membuat saya makin bersemangat untuk menembus pasar ekspor," jelasnya.

Di tahun 2018, LPEI memfasilitasi Jakarta Candle untuk ikut berpartisipasi pada pameran Trade Expo Indonesia, di ICE BSD dan menjadi ajang latihan untuk bertemu dengan calon pembeli dari luar negeri seperti Australia, Rusia dan negara lainnya. "Saya bersyukur bisa mengenal LPEI. Banyak hal positif yang saya dapatkan dan memiliki peran terhadap perkembangan bisnis saat ini.

Pertemuan saya dengan sejumlah calon pembeli dari luar negeri contohnya mampu membuka peluang saya untuk menembus pasar ekspor," jelas Yulianah.



Simak Video "Strategi Bisnis UMKM di Era Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)