ADVERTISEMENT

Pasokan Minyak Bunga Matahari Eropa Menipis Imbas Perang Rusia-Ukraina

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Minggu, 24 Apr 2022 16:15 WIB
Sunflower oil in the store
Foto: Getty Images/iStockphoto/sergeyryzhov
Jakarta -

Uni Eropa (UE) tengah menghadapi kekurangan sunflower oil atau minyak bunga matahari. Invasi Rusia ke Ukraina disinyalir telah menghalangi kegiatan ekspor dari pemasok utamanya, yaitu Ukraina.

Sunflower oil adalah minyak utama yang digunakan untuk memasak. Berbeda dengan minyak goreng di Inconesia yang berbahan sawit, minyak tersebut diperoleh dari olahan biji tanaman bunga matahari.

Dikutip dari Reuters, (Minggu (24/4/2022), Kelompok Industri Minyak Nabati dan Protein Meal Eropa (FEDIOL) mengungkapkan, perang telah menghentikan pengiriman sunflower oil Ukraina ke UE, yang biasanya mewakili sekitar 200.000 ton per bulan.

Penyulingan sunflower oil UE mengambil 35% hingga 45% dari Ukraina. Stok yang tersedia di UE diperkirakan hanya mencakup empat hingga enam minggu.

"Di luar periode itu, kemungkinan kurangnya ketersediaan sunflower oil mentah dan alternatif yang terbatas akan menyebabkan kekurangan sunflower oil olahan atau botol di pasar Eropa. Ini akan dirasakan hingga ke tingkat konsumen," kata FEDIOL dalam sebuah pernyataan, dikutip dari pemberitaan Reuters yang tayang pada (4/3/2022) lalu.

Diketahui, Ukraina dan Rusia menyumbang sekitar 80% dari ekspor produk global. Alhasil, dengan keadaan ini membuat importir, seperti UE dan India harus mencari alternatif tersendiri.

Produsen UE berusaha mengurangi dampak perang, dengan mengalihkan volume terbatas sunflower oil yang ditujukan untuk bahan bakar biodiesel ke pasar makanan. Selain itu, pihaknya juga akan menggunakan tambahan produk lain seperti minyak lobak, minyak kedelai dan minyak tropis.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT