Akhirnya! Skytrain Bandara Soetta Mulai Operasi Lagi Mulai Besok

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 24 Apr 2022 20:00 WIB
Skytrain Bandara Soeta Siap Bantu Pemudik 

Calon penumpang menaiki skytrain di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten, Selasa (5/6/2018). Dalam menyambut arus mudik tahun ini, Skytrain siap melayani para pemudik untuk berpindah dari terminal 1,2 dan 3. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Mulai besok, Senin 25 April 2022 Kalayang atau Skytrain Bandara Soekarno-Hatta kembali lagi beroperasi. Sejak awal pandemi COVID-19 di tahun 2020, sarana perpindahan penumpang di dalam bandara ini berhenti beroperasi.

Skytrain bakal beroperasi kembali mulai besok hingga tanggal 10 Mei 2022. Operasional Skytrain bakal digunakan untuk mendukung pelayanan bandara di tengah lonjakan penumpang pada masa mudik Lebaran.

"Sebagai peningkatan layanan Bandara Internasional Soekarno Hatta selama masa mudik lebaran 1443 H, PT Angkasa Pura II akan mengoperasikan kembali Kalayang atau Skytrain khusus pada tanggal 25 April - 10 Mei 2022," dikutip dari unggahan terbaru KAI Bandara di akun Twitter resmi @KAIBandara, Minggu (24/4/2022).

Jadwal operasional Skytrain akan berjalan mulai dari pukul 06.00 hingga 21.00 WIB setiap hari. Waktu tunggu kedatangan tiap kereta akan diset selama 13 menit.

Skytrain akan berjalan melalui Terminal 1 Bandara Soetta, Stasiun Kereta Api Bandara Soetta, Terminal 2 Bandara Soetta, dan terminal 3 bandara Soetta.

Meskipun Skytrain sudah beroperasi lagi, bus gratis tetap beroperasi 24 jam untuk melayani penumpang antar terminal di luar jadwal operasional Skytrain.

Dalam catatan detikcom skytrain bandara Soetta sudah tidak beroperasi sejak awal pandemi 2020. Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muardi saat itu menjelaskan, pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar bagi pengelola bandara. Sebab itu, pengelola bandara melakukan efisiensi.

"Karena selain traffic turun, penumpang turun, sehingga itu kami harus melakukan efisiensi, melakukan cost leadership di internal kami. Jadi untuk Terminal 1 juga sampai saat ini belum dioperasikan. Dan airlines yang beroperasi pun belum normal seperti seperti sebelum pandemi sehingga kami tetap melakukan efisiensi itu," katanya.

Sebagai informasi, Skytrain bandara Soetta mulai beroperasi sejak September 2017. Proyek ini menghabiskan biaya Rp 950 miliar yang seluruhnya bersumber dari kas PT Angkasa Pura II.

Rinciannya, untuk pengadaan rangkaian kereta Skytrain serta teknologinya, AP II setidaknya merogoh kocek hingga Rp 530 miliar. Biaya tersebut sudah termasuk tiga rangkaian kereta yang didatangkan dari perusahaan asal Korea Selatan, Woojin Industrial System Co Ltd.

Sementara itu, untuk pengadaan infrastruktur seperti lintasan dan terminal yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk dan PT Indulexco, AP II harus mengeluarkan dana hingga Rp 420 miliar.

(hal/dna)