Kejar Work Life Balance, Siapkan Usaha di Kampung Halaman

Brillyan Vandy Yansa - detikFinance
Senin, 25 Apr 2022 14:22 WIB
Jakarta -

Banyak orang kota bermimpi untuk memulai hidup baru dengan berbisnis di kampung halaman. Harapan untuk memperoleh work life balance menjadi salah satu alasan pendorong munculnya ide tersebut.

Namun, untuk mengubah pola hidup yang terbangun selama tinggal di kota mengikuti gaya hidup di daerah ternyata tidak mudah. Bareyn Mochaddin, seorang perencana keuangan mengungkapkan, ada beberapa hal yang menurutnya perlu dipertimbangkan seseorang sebelum memutuskan untuk meninggalkan kota.

"Pertama, ada gaya hidup yang cuma ada di kota, bagi beberapa orang akan sulit meninggalkannya. Meskipun internet sudah menjangkau desa dan informasi tidak tertinggal jauh. Tapi kebutuhan seperti ngopi-ngopi atau nongkrong akan susah itu," kata Bareyn dalam d'Mentor Kamis, (21/04/2022).

Namun dibalik itu, ada hal lain yang bisa diperoleh di desa dan sulit untuk didapatkan di perkotaan.

"Ketenangan. Kalau di Jakarta, mau pergi harus spare waktu 1-2 jam. Kalau di desa keluar ya keluar aja, udara lebih segar, sehingga biaya healing-healing itu menjadi nggak ada. Jadi biaya itu bisa kita investasikan lagi untuk hal lain," imbuhnya.

Selain gaya hidup, hal lain yang perlu diperhatikan adalah faktor ekonomi.

"Ketika kita mulai berusaha itu nggak langsung untung. Ini yang harus digarisbawahi. Artinya, teman-teman harus punya mental yang kuat. Kalau tidak punya itu, bisa-bisa usahanya tidak akan berjalan," lanjut Bareyn.

Terkait memulai usaha, Bareyn mengingatkan bahwa modal yang cukup harus menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan. Menurutnya ada data yang menunjukkan bahwa di tahun pertama usaha ada 25% kemungkinan usaha tersebut gagal. Oleh sebab itu, skill yang mumpuni perlu ditambah dengan kepemilikan sumber dana yang cukup.

"Teman-teman perlu membuat sebuah perencanaan kapan mau pindah, usahanya apa, siap modal dan mental belum," ungkapnya.

Hal itu diamini oleh Darwinah, seorang pelaku UMKM di daerah Indramayu. Menurutnya, sulit memperoleh keuntungan di awal perjalanan usahanya.
Darwinah harus menghabiskan bayak waktu untuk mempelajari berbagai Teknik mengolah makanan yang diproduksinya. Selain itu, ketersediaan pasar juga menjadi faktor penting agar usahanya itu dapat terus berjalan.

"Saya itu orangnya terlalu pede gitu ya, makanan yang saya bikin itu enak atau nggak enak itu saya bawa kemana-mana biar orang nyobain. Karena saya yakin testimoni yang diberikan orang itu jujur ya," kata Darwinah.

Namun berkat kekuatan mental serta perhitungan yang matang, kini Darwinah dapat memetik hasil dari usahanya selama 4 tahun belakangan. Produk-produk buatannya berupa krupuk kulit dan sebagainya bisa merambah hingga ke Korea Selatan.

"Sekarang jangankan beli 1 mobil, beli 2 mobil aja sekarang saya bisa," kata Darwinah.

Saksikan Juga Video Lengkapnya: Pulang Lebaran, Usaha di Kampung Halaman

[Gambas:Video 20detik]



(vys/vys)