Miris! Perempuan di Kenya Rela Jual Diri Demi Dapat Air Bersih

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 26 Apr 2022 12:17 WIB
Kenya mengalami kekeringan parah yang kian mematikan. Akibatnya, mulai banyak hewan mati kekurangan makanan dan air. Selasa, (14/12/2021). (Photo by Ed Ram/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Kelangkaan air bersih terjadi sejak lama di Kenya. Bahkan, warga di sekitar ibu kota Nairobi pun tak luput dari kesulitan mendapatkan air bersih.

Nairobi, saat ini menghadapi kekurangan air karena faktor-faktor seperti perubahan pola cuaca dan fasilitas air yang menua. Masyarakat di kawasan padat penduduk seperti Kibera justru harus membayar air bersih kepada penyedia air swasta.

Para vendor penyedia air ini bagaikan mengontrol pasokan dan akses ke air di masyarakat. Mereka mematok harga untuk setiap tetes air bersih di sana. Namun, harga yang dibayar perempuan lebih dari sekadar uang. Banyak perempuan diminta dan dipaksa untuk melakukan seks dengan para vendor demi mendapatkan air bersih.

Dilansir dari laporan BBC, Selasa (26/4/2022), beberapa wanita menceritakan pengalamannya menjadi korban pemerasan secara seksual untuk mendapatkan air bersih. Mary (bukan nama sebenarnya) salah satunya, dia pernah dipaksa melakukan hubungan seks oleh seorang vendor air bersih pada suatu malam saat mengambil air.

Perempuan yang tinggal di sudut kawasan Kibera ini bercerita kebanyakan penjaja air bersih adalah laki-laki. Kepada pembeli perempuan mereka sering melakukan rayuan seksual, bahkan paksaan untuk berhubungan. Bila perempuan itu menolak maka dia tidak akan mendapatkan air bersih.

"Yang berjualan air di malam hari kebanyakan adalah laki-laki. Dan saat mereka melakukan rayuan seksual pada Anda dan Anda menolak, Anda tidak akan mendapatkan air," cerita Mary.

Sialnya, Mary pernah menjadi korban pemaksaan secara seksual itu saat mengambil air. "Ada dua laki-laki saat itu, mereka sampai merobek pakaian saya. Bahkan, sebelum ada orang yang mendengar saya berteriak datang, mereka sudah melakukannya," kata Mary.

Mary setidaknya butuh delapan jeriken air setiap hari. Dia menghabiskan US$ 18 atau sekitar Rp 257 ribu (kurs Rp 14.300) sebulan hanya untuk air bersih. Jumlah itu hampir seperempat dari gajinya hanya untuk mendapatkan air bersih.

Lanjut di halaman berikutnya.



Simak Video "Warga Kenya Kerja Keras Kelola Sampah Plastik yang Kini Jadi Ancaman"
[Gambas:Video 20detik]