Stok Beras di Luar Jawa Kritis

Stok Beras di Luar Jawa Kritis

- detikFinance
Selasa, 30 Mei 2006 14:07 WIB
Jakarta - Persediaan beras di luar Jawa terutama di Papua, Kalimantan dan NTT saat ini dalam kondisi kritis.Pedagang akhirnya menyedot beras dari Pulau Jawa, yang menyebabkan harga beras dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan harga hingga Rp 200 per kilogram."Kalau cukup pasokannya maka tidak ada yang disedot ke luar Jawa, jadi harga di sini bisa turun dan Bulog bisa membelinya," kata Dirut Bulog, Widjanarko Puspoyo.Hal itu disampaikan Widjanarko di sela acara diskusi bertajuk metamorfosis lembaga pangan, di Gedung RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (30/5/2006).Widjanarko menjelaskan, produktivitas beras di luar Jawa sangat rendah. Akibatnya, jika stok beras tidak memadai bisa mengganggu pasokan beras di Pulau Jawa."Supaya tidak terjadi krisis stok, pemerintah harus buka keran impor beras. Ini bukan untuk Bulog, tapi supaya bisa memenuhi beras untuk luar Jawa bukan untuk Pulau Jawa" kata Widjanarko.Diakui Widjanarko, usulan impor beras ini akan menimbulkan risiko pihaknya dianggap tidak pro petani."Tapi saya minta petani juga paham karena ini ditujukan untuk beras raskin di luar Jawa," tandas Widjanarko.Menurutnya, Menko Perekonomian Boediono saat rakor terbatas berjanji akan mengevaluasi posisi produksi, stok dan harga di awal Juni ini.Saat ini harga beras kualitas rendah di Pasar Induk Cipinang telah mencapai Rp 4.100-4.200 per kilogram (kg). Belum termasuk tambahan harga Rp 200 per kg untuk ecerannya."Stok beras sudah diambang kritis tidak bisa dibiarkan, harus ada solusi dan langkah yang diambil pemerintah. Kita tidak pernah minta izin impor, tapi kalau pemerintah beri perintah saya harus lakukan dan banyak swasta juga yang bisa melakukannya," tegas Widjanarko. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads