Isu HPP Naik, Spekulan Beras Mainkan Harga
Selasa, 30 Mei 2006 15:05 WIB
Jakarta - Kenaikan harga beras di Pasar Induk Cipinang Jakarta dalam beberapa hari terakhir diindikasikan karena ada penahanan stok beras oleh pedagang.Pedagang tersebut berspekulasi harga pembelian pemerintah (HPP) akan segera naik.Menurut Dirut Bulog Widjanarko Puspoyo, isu HPP akan naik mulai kencang setelah ada kesepakatan antara Menteri Pertanian dan Komisi IV yang berkomitmen menaikkan HPP."Padahal kenaikan HPP kemungkinan tidak akan terjadi pada tahun 2006 karena akan mengubah APBN. Jadi HPP itu baru tahun 2007," kata Widjanarko.Saat ini HPP beras sebesar Rp 3.550 per kilogram, yang rencananya akan dinaikkan hingga 10-15 persen.Rencana kenaikan HPP ini, ungkap Widjanarko, baru berbentuk usulan di Kantor Menko Perekonomian. Pemerintah belum memutuskan waktunya karena terkait erat dengan pergerakan inflasi.Harga rata-rata beras saat ini sudah di atas Rp 4.000 per kilogram. Sementara cadangan beras nasional berkisar 300 ribu ton dan sisa stok Bulog 1,3 juta ton. Sampai akhir tahun Bulog diperkirakan hanya mampu memenuhi 40-50 persen kebutuhan beras.Mengenai target penyerapan beras oleh Bulog sebesar 2,1 juta ton, Widjanarko mengaku pesimistis bisa mencapainya. Bulog diperkirakan hanya mampu menyerap beras petani 1,2 juat ton sampai akhir tahun.Dengan jumlah tersebut, stok beras Bulog sampai akhir tahun sekitar 500 ribu ton. Angka ini di bawah stok minimum beras Bulog yang harusnya sebesar 1 juta ton.Sementara dampak gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah, menurut Widjanarko, tidak akan membuat pasokan beras di Pulau Jawa berkurang."Dalam 6-7 bulan ke depan pasokan tetap ada, namun di luar Jawa yang gawat karena tidak produktif akibatnya akan menyedot beras di Jawa. Kalau beras tersedot ke luar Jawa dan harga melambung itu akan sulit dilakukan operasi pasar," jelas Widjanarko.
(ir/)











































