Ekonomi Merosot Imbas Lockdown COVID-19, China Geber Infrastruktur

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 28 Apr 2022 12:33 WIB
Shanghai telah memberlakukan lockdown sejak akhir bulan lalu. Pusat keuangan di Negeri Tirai Bambu itu pun kini sunyi, jauh dari hiruk-pikuk kota sehari-hari.
Foto: REUTERS/ALY SONG
Jakarta -

China berencana membangun infrastruktur baru sebagai upaya memperbaiki ekonominya yang porak poranda akibat kebijakan lockdown COVID-19. Dalam pertemuan dengan pejabat senior hari Selasa, Presiden XI Jinping menggaungkan 'all out efforts' atau upaya mati-matian untuk meningkatkan pembangunan konstruksi.

Hal ini guna memenuhi permintaan domestik dan mendorong pertumbuhan.

Xi menganggap jika infrastruktur negara belum memenuhi standar kebutuhan dan keamanan nasional. Dia menyerukan untuk membangun lebih banyak proyek transportasi energi dan pemeliharaan air, fasilitas baru untuk superkomputer, komputasi awan, dan artificial intelligence (AI).

Tidak ada rincian mengenai anggaran yang China siapkan untuk belanja infrastruktur ini. Menurut statistik terbaru dari pemerintah, investasi di bidang infrastruktur sudah naik 8,5% pada kuartal pertama 2022 dari tahun sebelumnya. Namun, Beijing nampaknya khawatir dengan prospek pertumbuhan
negara yang tak kunjung membaik.

Lockdown akibat COVID-19 menjadi penyebab kedua terbesar dari hancurnya perekonomian dunia, seperti ditulis analis Société Générale minggu ini. Pembatasan ketat di Shanghai dan kota-kota besar China baru-baru ini memperburuk keadaan. Sebelumnya China sudah merasakan dampak buruk dari jatuhnya sektor real estate dan bisnis di sektor swasta. Tingkat pengangguran mencapai level tertingginya sejak 21 bulan pada Maret lalu.

Tidak membaiknya situasi membuat sejumlah bank investasi memangkas perkiraan mereka atas pertumbuhan Ekonomi China sebulan terakhir. International Monetary Fund pekan lalu memperkirakan pertumbuhan sebesar 4,4% tahun ini, lebih kecil dari perkiraan sebelumnya 4,8%. Statistik ini bahkan lebih rendah dari perkiraan resmi China sebesar 5,5%.

Pertemuan hari Selasa lalu menunjukkan jika China semakin sadar akan kerugian yang timbul akibat pembatasan COVID-19. Menurut Analis Goldman Sachs, pemangku kebijakan mulai bertekad mengambil langkah untuk melonggarkan kebijakan.

Sementara itu Citi Analyst memperkirakan jika investasi infrastruktur China bakal melonjak sebesar 8% pada 2022, jauh lebih tinggi dari tahun 2021 yang hanya sebesar 0,4%.

"Dorongan infrastruktur itu nyata," tulis mereka.

Lihat juga video 'Beijing Gencarkan Pengujian Covid-19 Usai Ada Lonjakan Kasus':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)