Jokowi Ungkap Dua Sektor Global yang Rentan Krisis

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 28 Apr 2022 14:02 WIB
A man sits on a domestic gas cylinder as he waits in line to buy gas on a main road, amid the countrys economic crisis in Colombo, Sri Lanka, April 12, 2022. REUTERS/Dinuka Liyanawatte
Foto: REUTERS/DINUKA LIYANAWATTE
Jakarta -

Krisis ekonomi global belum berakhir begitu saja. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada dua sektor yang menjadi masalah ke depannya, yakni sektor pangan dan energi.

"Tingkatkan produktivitas dan kemandirian di sektor pangan dan energi. Kita harus ingat ke depan problem global, problem dunia adalah dua, pangan dan energi," ungkap Jokowi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2022, Kamis (28/4/2022).

Jokowi mengingatkan dua sektor itu yang sangat kritis dan masih menjadi kendala di Indonesia. Ia pun meminta jajarannya dan pemerintah daerah mengawal dan memonitoring hal tersebut.

"Ini yang sangat kritis dua hal ini. Kita memiliki kesulitan di sini, produktivitas dan kemandirian sektor pangan dan energi, lakukan dengan fokus dengan skala yang mafis, di kawal dan dimonitor agar betul-betul berjalan," ungkapnya.

Jokowi mengungkapkan kejengkelannya karena beberapa komoditas pangan yang bisa ditanam di Indonesia tetapi banyak impor. Ia menyebutkan komoditas itu adalah jagung dan kedelai.

"Siapkan kapasitas produksi nasional kita. Buat kebijakan yang berpihak bagi industri substitusi impor, yang memproduksi kebutuhan dalam negeri. Misalnya jagung masih impor, kenapa? Menanam jagung di mana tumbuh, kenapa masih impor?" katanya.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung kedelai yang masih impor. "Padahal banyak lahan sesuai untuk menanamkan kedelai lakukan ini!" lanjutnya

"Hilangkan, kurangi sebanyak-banyaknya produk impor!" tegasnya.

Tonton video 'Jokowi Wanti-wanti Krisis Berlanjut Hingga 2023: Hati-hati!':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)