Kupas Strategi Sukses Jualan Hampers di Sosial Media

Edward F. Kusuma - detikFinance
Jumat, 29 Apr 2022 19:03 WIB
Jakarta -

Pintar-pintar cari peluang dan strategi jualan dengan sosial media. Sebab, era digital yang terus berkembang saat ini membuka peluang tanpa batasan ruang dan waktu bagi kreativitas

Co-Founder Nocakeid Giovantius Stevin menilai, agar sukses jualan di sosial media, seseorang harus memiliki produk yang unik. Selain itu, jangan anggap sebelah mata kegunaan iklan di media sosial untuk mengenalkan produk yang ditawarkan.

"Jadi ketika kita buat produk yang unik, ketika orang mendapat kata 'wow, lucu, bagus' itu yang orang post ke media sosial. Itu jangkauan lebih luas dari influencer, instagram ads jangkauan lebih luas karena kita lebih percaya teman kita ngomong apa di bandingi influencer ngomong apa, influencer nomor dua," ujar pria yang akrab disapa Gio dalam acara d'Mentor Kamis (28/4/2021).

Gio mengatakan, sekarang ini bisnis hampers tidak hanya produk makanan dan minuman. lebih dari itu, beragam produk bisa dikemas menjadi hampers.

"Apa sih yang lagi dibutuhin saat ini dari pribadi sendiri butuhkan, itu bisa jadi tips dikemas bagus, bisa jadi hampers juga. terkadang hampers sekarang sangat luas, apapun bisa dijadiin hampers," paparnya.

Sementara itu, Caroline Sari Dewi, Co-Founder Giftology mengaku tidak gunakan strategi influencer untuk mengenalkan produk hampersnya. Dirinya lebih memilih teknik mulut ke mulut. Karena itu, ia menjelaskan betapa pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas.

"Kalau kita pasti Instagram ads, Facebook ads, Whatsapp blast, kadang Tokopedia dan Shopee ads. Kalau influencer belum pernah pakai tapi saya setuju dengan nocakeid, testimonial dari customer dan penerima itu yang jangkauan paling luas," kata Caroline

Meski tidak menggunakan influencer, Caroline mengamini bahwa bekerja sama dengan influencer juga efektif jualan hampers. Karena selama ini penjualan meningkat saat produk dipromosikan baik secara langsung maupun tidak oleh orang-orang dengan pengikut sosial media yang engagement-nya selevel influencer.

"Kita cuma bikin produk untuk dikirim ke influencer, ke selebriti. Untung di kita sebetulnya begitu sampai terkesan 'wow jadi pajangan di rumah', terus diliput televisi," pungkasnya.


Saksikan Juga Video d'Mentor: Peluang dan Ide Bisnis Hampers

[Gambas:Video 20detik]



(ed/vys)