Kekayaan Mark Zuckerberg Nambah Rp 159 T, Bangkit Lagi Jadi Orang Terkaya

ADVERTISEMENT

Kekayaan Mark Zuckerberg Nambah Rp 159 T, Bangkit Lagi Jadi Orang Terkaya

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 30 Apr 2022 21:11 WIB
Mark Zuckerberg mengumumkan pergantian nama baru Facebook menjadi Meta di event Connect 2021. Meta nantinya akan menjadi induk perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, Oculus, dan lainnya.
Foto: Getty Images: Kekayaan Mark Zuckerberg bertambah Rp 159 triliun imbas meroketnya saham Meta
Jakarta -

Setelah dua bulan tersingkir dari jajaran 10 orang terkaya di dunia, Mark Zuckerberg nampaknya mulai 'memperbaiki' peringkatnya.

Dilansir dari CNN Business, Sabtu (30/4/2022), Kekayaan pendiri Facebook ini bertambah US$ 11 miliar atau setara Rp 159,3 triliun (kurs Rp 14.490) dalam waktu sehari. Hal ini terjadi berkat meroketnya saham Meta, induk perusahaan Facebook dan Instagram sebesar 17% pada Kamis kemarin. Saham Meta naik 19% di hari sebelumnya yang menambah pundi kekayaan Zuckerberg sebesar US$ 11.5 miliar.

Meta sebenarnya mencatatkan pertumbuhan paling rendah di bursa Wall Street dalam beberapa tahun ke belakang. Namun, investor merayakan bertambahnya kembali jumlah pengguna yang menjadi kunci untuk menarik para pengiklan.

Pencapaian Meta kali ini sangat kontras dengan 'bencana' yang mereka alami di kuartal keempat. Saham meta anjlok drastis pada Februari, yang mencatatkannya sebagai hasil terburuk sepanjang sejarah Wall Street. Hasil tersebut juga membuat Zuckerberg terlempar dari posisi 9 deretan orang paling tajir di dunia.

Pada penutupan hari Rabu, Zuckerberg berada di peringkat 18 orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$ 65 miliar atau Rp 968,5 triliun. Sehari kemudian posisinya diperkirakan merangkak naik berkat tambahan kekayaan US$ 11 miliar menjadi US$ 76 miliar.

Meskipun saham Meta terdongkrak, tetapi levelnya tahun ini 39% lebih rendah. Meta pun harus menghadapi ketatnya persaingan sesama media sosial, serta serangkaian perubahan kebijakan privasi dari Apple yang mempengaruhi bisnis perusahaan.

Selain itu, konflik yang terjadi antara Rusia-Ukraina juga mempengaruhi pertumbuhan bisnis Meta. Facebook dan Instagram diblokir di Rusia bulan lalu. Diperkirakan tantangan ini akan terus Meta hadapi sepanjang kuartal kali ini.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT