India Dikabarkan Sita Aset Milik Xiaomi Rp 10 T, Ada Apa?

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Sabtu, 30 Apr 2022 22:42 WIB
Logo baru Xiaomi
Foto: Xiaomi
Jakarta -

India dikabarkan menyita aset milik Xiaomi Corp senilai US$ 725 juta atau setara Rp 10,5 triliun (Rp 14.490) di rekening bank lokal. Setelah dari hasil penyelidikan ditemukan bahwa Xiaomi telah melakukan transfer ilegal ke entitas asing dengan meneruskannya sebagai pembayaran royalti.

Badan pengendalian kejahatan keuangan India, Direktorat Penegakan, telah menyelidiki praktik bisnis perusahaan China itu atas dugaan pelanggaran undang-undang valuta asing India.

Badan tersebut mengatakan bahwa mereka telah menyita aset rekening bank Xiaomi Technology India Private Limited setelah menemukan bahwa perusahaan tersebut telah mentransfer setara dengan 55,5 miliar rupee atau setara Rp 10,44 triliun (Rp 189,81) dalam mata uang asing ke tiga entitas asing, termasuk entitas Xiaomi Group, "dengan kedok pembayaran royalti".

"Jumlah yang sangat besar atas nama royalti ini ditransfer atas instruksi entitas induk grup China mereka," kata direktorat itu dalam sebuah pernyataan, mengutip Reuters, Sabtu (30/4/2022).

Xiaomi tidak segera menanggapi kejadian ini, tetapi sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya bekerja sama dengan pihak berwenang dengan penyelidikan yang sedang berlangsung untuk memastikan mereka memiliki semua informasi yang diperlukan.

Tindakan direktorat tersebut menandakan pengawasan yang lebih luas terhadap pembuat ponsel pintar China ini. Kantor Xiaomi di India digerebek pada Desember lalu dalam penyelidikan terpisah atas dugaan penggelapan pajak penghasilan.

Beberapa merek smartphone China lainnya saat itu juga ikut digerebek.

Reuters melaporkan pada 12 April lalu, mantan kepala Xiaomi di India, Manu Kumar Jain, telah dipanggil untuk diinterogasi sebagai bagian dari penyelidikan direktorat.

Jain, yang sekarang menjadi wakil presiden global di Xiaomi yang berbasis di Dubai, muncul di hadapan penyelidik awal bulan ini, kata seorang sumber yang mengetahui langsung penyelidikan tersebut.

Sebagai bagian dari penyelidikan, Direktorat Penegakan juga meminta perusahaan untuk merincikan laporan pendanaan asing, kepemilikan saham dan pola pendanaan, laporan keuangan dan informasi dari eksekutif yang menjalankan bisnis Xiaomi.

(hns/hns)