RI Tak Mau Emosi Soal Cemex
Rabu, 31 Mei 2006 11:28 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia kini hanya akan menunggu jawaban resmi dari Cemex meski perusahaan dari Meksiko itu dikabarkan menolak usulannya. Pemerintah tidak mau emosi."Menurut saya, soal ini kita menunggu karena kita sudah mengirimkan surat. Kita tidak emosi, kita biasa saja karena dalam dunia korporasi, itu merupakan hal yang lumrah terjadi legal negosiation," ujar Menneg BUMN Sugiharto.Ia menyampaikan hal itu saat ditemui wartawan di sela-sela acara peluncuran mereka baru PT Adhi Karya di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (30/5/2006) malam.Pemerintah telah mengirimkan surat kepada Cemex untuk membeli kembali 24,9 persen sahamnya di Semen Gresik. Rencananya, pembelian saham itu akan dilakukan melalui konsorsium BUMN. Padahal sesuai perjanjian Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) hal itu tidak diperkenankan.Sugiharto menegaskan, pemerintah Indonesia sama sekali tidak ingin mencederai sistem dan aturan yang ada."Jadi menurut saya, kedua belah pihak akan saling menghormati karena Indonesia harus arif bagaimana kita memperlakukan investor internasional. Bukan karena itu Cemex, tapi karena menurut saya itu harus diberlakukan secara arif," tambahnya.Sugiharto juga mengaku belum bertemu dengan pihak Cemex. Yang pasti, lanjut dia, dengan melihat perkembangan kurs dan harga saham dalam 3-4 minggu terakhir, kemungkinan sikap pemerintah bisa berubah."Saya serahkan pada deputi (Menneg BUMN) yang melakukan proses. Menteri cukup melakukan sesuatu yang formal, yang teknikal saya serahkan ke deputi," cetusnya.Lebih jauh Sugiharto menolak memberikan penjelasan perihal kabar penolakan oleh Cemex. "I have no comment. Nanti kalau besar akan jadi spekulasi. Kalau spekulasi, perusahaan investor menjadi absurd. Saya tidak mau bertentangan dengan pasar modal," tandasnya.
(qom/)











































