ADVERTISEMENT

2021 Keok, Pedagang Mainan Pasar Gembrong Kini Bisa Raup Omzet Rp 25 Juta/Hari

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 03 Mei 2022 13:32 WIB
Pedagang mainan di Pasar Gembrong
Foto: Ilyas Fadilah/detikcom: Pedagang mainan Pasar Gembrong semringah di momen Ramadan-Lebaran 2022
Jakarta -

Kawasan Pasar Gembrong, Jakarta Timur mengalami musibah kebakaran pada Minggu 24 April lalu. Mayoritas korban adalah warga sekitar dan sebagian kecil pedagang mainan.

Berdasarkan pantauan detikcom, Selasa (3/5/2022), aktivitas jual-beli mainan di Pasar Gembrong terlihat normal. Dari keterangan pedagang, kebakaran tersebut tidak terlalu 'ngefek' ke penjualan mereka. Namun ada beberapa gudang penyimpanan mainan yang turut menjadi korban.

Pasca kebakaran pedagang mengaku jika omzet jualan mereka tetap normal. Bahkan nilainya naik 85% jika dibanding Ramadan tahun lalu. "Kalau omzet naik 80% tahun ini, paling laku barang-barang impor," kata Dimas, salah satu penjual mainan di pasar gembrong. Kebanyakan mainan di toko ini diimpor dari Cina dan sebagian dari Malaysia.

Mainan yang paling laku adalah pistol mainan yang dibanderol antara Rp 90 ribu- Rp 800 ribu. Selain itu, drone dan mobil mainan pun cukup diburu oleh pembeli. Dalam satu hari rata-rata omzet yang Dimas dapatkan adalah Rp 10 juta. Namun jumlah ini tidak menentu, tergantung dari ramai tidaknya pembeli.

Di masa awal pandemi, Dimas menuturkan jika dalam satu hari tokonya pernah hanya menjual satu mainan saja. Bahkan tak jarang tidak laku sama sekali. Menurutnya kondisi sekarang jauh berbeda sebab aktivitas perekonomian mulai normal.

Alif, pedagang lain di Pasar Gembrong juga mengaku jika omzet tokonya mengalami kenaikan selama Ramadan dan setelah Lebaran. Kenaikannya mencapai 85%, jauh lebih baik dibanding tahun lalu yang sempat anjlok.

Alif, menjelaskan jika Ramadan tahun lalu dirinya harus menutup toko akibat situasi yang tidak membaik. "Sampai tutup toko kita. apalagi ada PPKM yang ketat, jadi sempat nggak boleh jualan," curhat Alif, menjelaskan kondisi bisnisnya yang terpuruk saat itu.

Menurut Alif, rata-rata omzet di tokonya kini mencapai Rp 25 juta/hari. Kalau sedang ramai pengunjung jumlahnya bisa naik hingga Rp 35 Juta. Toko ini menjual berbagai jenis mainan, mulai dari mobil-mobilan, motor mini, hoverboard, dan lain-lain

Menurut keterangan Alif, pada masa awal virus COVID-19, beberapa toko harus menutup usahanya. Selain karena takut, sepinya pedagang akibat aturan PPKM yang ketat menjadi penyebabnya. Namun kini ia mensyukuri adanya pelonggaran aturan yang membuat tokonya kembali ramai.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT