Ukraina Timur Diserang, Uni Eropa Bakal Setop Beli Minyak Rusia

ADVERTISEMENT

Ukraina Timur Diserang, Uni Eropa Bakal Setop Beli Minyak Rusia

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 03 Mei 2022 16:00 WIB
Bangkai tank Rusia di jalanan Ukraina
Ilustrasi/Foto: Associated Press
Jakarta -

Rusia melancarkan serangan besar-besaran dengan menembaki kota kedua terbesar di Ukraina, Kharkiv. Militer Ukraina Mengatakan bahwa Kota di Timur Laut Kharkiv juga berada di bawah pengeboman. Hal itu terjadi seperti sejak hari-hari awal invasi.

Tidak hanya itu, Russia juga telah menghancurkan beberapa kota yang ada di Ukraina Timur, seperti Donetsk dan Luhans. Itu terjadi, setelah mengabaikan serangan di Kyiv pada akhir Maret.

Saat ini, pasukan Rusia sedang mempersiapkan serangan ke Severodonetsk dan berusaha untuk merebut kota Rubizhne di provinsi Luhansk.

Atas hal tersebut, Uni Eropa (UE) telah menyiapkan sanksi atas penjualan minyak Rusia setelah Jerman mengatakan siap untuk mendukung kebijakan pemerintah UE itu. Duta besar dari negara-negara UE juga akan membahas sanksi minyak, yang diusulkan ketika mereka bertemu pada hari Rabu besok.

Di Brussel, Komisi Eropa diperkirakan akan mengusulkan keenam paket sanksi UE Minggu ini terhadap Rusia. Sanksi tersebut termasuk kemungkinan kebijakan pemerintah (embargo) untuk membeli minyak Rusia. Ekspor energi Rusia ke Eropa, sejauh ini sebagian besar dibebaskan dari sanksi internasional.

"Paket ini harus mencakup langkah-langkah yang jelas, untuk memblokir pendapatan Rusia dari sumber daya energi," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam pidatonya.

Senin kemarin, Jerman mengatakan bahwa pihaknya siap untuk mendukung embargo langsung UE terhadap minyak Rusia.

"Kami telah berhasil mencapai situasi di mana Jerman mampu menanggung embargo minyak," kata Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck.

Kanselir Olaf Scholz bersumpah sanksi tersebut tidak akan dicabut sampai Presiden Rusia Vladimir Putin, menandatangani kesepakatan damai dengan Ukraina yang dapat didukung Kyiv.

Sementara itu, Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska juga meminta negara Barat untuk mempertahankan dukungannya.

"Ukraina membutuhkan senjata, agar para pengungsi Ukraina dapat kembali ke rumah dan membangun kembali ekonomi. Oleh karena itu, kami meminta negara Barat untuk tidak berhenti, mempercepat laju penyediaan senjata," katanya kepada televisi pagi Inggris, dikutip dari Reuters, Selasa (3/5/2022).

Berdasarkan laporan kantor presiden Ukraina, Selasa (3/5), sedikitnya ada tiga warga sipil yang tewas dalam penembakan Rusia di kota Vuhledar di wilayah Donetsk.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT