2 Titik Kepadatan yang Perlu Diwaspadai Saat Puncak Arus Balik 6-8 Mei 2022

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Rabu, 04 Mei 2022 14:59 WIB
Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan standby dibuka jika terjadi kemacetan parah selama arus mudik dan balik Lebaran 2022.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat untuk kembali lebih awal sebelum atau setelah puncak arus balik. Puncak arus balik mudik diprediksi terjadi pada 6-8 Mei 2022 mendatang.

"Bapak Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus pada penanganan arus balik agar tidak terjadi kepadatan, yaitu mengimbau masyarakat untuk kembali lebih awal sebelum puncak arus balik di tanggal 6, 7 dan 8 Mei 2022 nanti. Atau kalau cutinya bisa diperpanjang, sebaiknya pulang setelah tanggal 8 Mei," kata Menhub, dalam keterangannya, dikutip Rabu (4/5/2022).

Menhub juga mengatakan, ada dua titik utama yang diwaspadai akan terjadi kepadatan pada arus balik, yaitu tol Semarang-Jakarta dan penyeberangan Bakauheni-Merak.

Antisipasi Persiapan Arus Mudik

Sejumlah skema antisipasi telah disiapkan untuk arus balik di sektor penyeberangan dari Bakauheni ke Merak. Diantaranya adalah dengan mengimbau masyarakat untuk membeli tiket jauh hari secara online, sebelum keberangkatan. Selain itu, sejumlah dermaga tambahan masih terus dioperasikan seperti yang dilakukan pada arus mudik.

Dari arah Sumatera, Pelabuhan Panjang di Lampung juga akan dimanfaatkan untuk kendaraan besar, seperti truk pengangkut barang. Sehingga, diharapkan di Pelabuhan Bakauheni bisa memuat lebih banyak kendaraan lainnya, seperti mobil, bus dan sepeda motor.

Sema halnya di Merak, Pelabuhan Ciwandaran dan Indah Kiat juga akan terus dioperasikan untuk memecah kepadatan arus balik menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak.

"Mohon kepada masyarakat untuk mengikuti imbauan-imbauan yang sudah disampaikan, agar perjalanan balik lebih nyaman," tutur Budi.

Tips Agar Perjalanan Arus Balik Lebih Lancar

Budi Karya mengimbau masyarakat agar membuat perjalanan arus balik bisa lebih lancar. Caranya adalah dengan tidak memaksakan diri untuk menggunakan rest area di jalan tol jika sudah penuh, dan jangan berhenti di bahu jalan.

"Jika lelah, masyarakat bisa keluar tol di kota terdekat, dan bisa istirahat di tempat-tempat yang telah disiapkan. Di sini lebih aman dan leluasa," katanya.

Selain membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya, hal itu juga bisa menyebabkan kemacetan.

"Kami juga mengimbau untuk mengemudi dengan baik, tidak menyerobot jalur dan patuhi petunjuk dari petugas di lapangan. Pastikan prokes juga tetap dilaksanakan dengan baik," tutur Budi Karya.

Sejumlah rest area di jalan arteri juga telah disiapkan baik oleh pemda, kepolisian, maupun unsur terkait lainnya. Kantor kecamatan, kelurahan, kantor polisi, dan tempat-tempat lainnya juga sudah disiapkan untuk tempat istirahat sementara.

Budi Karya juga tak lupa mengingatkan masyarakat untuk selalu meng-update informasi terkini, dari media sosial resmi milik operator jalan tol maupun kepolisian. Sehingga, mereka bisa mengetahui informasi terkait rekayasa lalu lintas yang sedang diterapkan pada saat itu.

Simak Video 'Puncak Arus Balik Diprediksi 6-8 Mei, Jokowi Beri Pesan Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)