Buruh Minta Tukang Becak-Korban PHK Dapat Jaminan Makan, Rp 500 Ribu/Bulan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 05 Mei 2022 20:00 WIB
Massa yang tergabung dalam Partai Buruh melakukan  unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional di depan kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Minggu (1/5/2022). Dalam aksinya mereka menuntut pemerintah untuk tetap melaksanakan pemilu pada 14 Febuari 2024, meminta pemerintah untuk menurunkan harga bahan pokok serta menolak Omnimbus Law UU Cipta Kerja. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz
Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Jakarta -

Buruh menuntut redistribusi kekayaan yang adil dengan menambah program jaminan sosial dalam aksi peringatan May Day pada 14 Mei mendatang. Salah satunya jaminan sosial itu ialah jaminan makanan.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan, tidak boleh ada yang kelaparan di negara yang kaya. Maka itu, orang yang tidak mampu perlu mendapat bantuan dalam bentuk jaminan sosial.

"Tidak boleh ada orang kelaparan di negeri yang kaya, bentuknya apa, bukan BLT, bukan bansos. Karena BLT dan bansos hanya ketika negara krisis, atau ketika menjelang pemilu, atau ketika pemerintah sedang membutuhkan dukungan rakyat," katanya dalam konferensi pers, Kamis (5/5/2022).

"Dia berbentuk jaminan sosial. Kalau jaminan sosial berarti setiap tahun negara wajib mencantumkan dalam APBN. Seperti jaminan kesehatan ada PBI, jaminan kecelakaan kerja melalui BPJamsostek, jaminan kematian, jaminan hari tua dan sebagainya," sambungnya.

Jaminan makanan itu, misalnya, setiap orang miskin atau tidak mampu mendapat uang tunai Rp 500 ribu per bulan. Dengan demikian, orang bisa makan dan tidak kelaparan.

Uang itu, tambahnya, diberikan kepada tukang becak, pedagang kecil, anak jalanan, pengemis, buruh korban PHK, buruh outsourcing, dan lain-lain.

Said Iqbal mengatakan, anggaran yang dikucurkan pemerintah relatif kecil untuk program ini. Terpenting, kata dia, tidak ada orang Indonesia yang kelaparan.

"Kalikan jumlah orang miskin 27 juta orang sekarang, katakan kita bulatkan 30 juta orang, maka Rp 500 ribu kali 30 juta orang membutuhkan anggaran sebulannya adalah Rp 15 triliun. Rp 15 triliun kali 12 adalah Rp 180 triliun, kecil, yang penting orang Indonesia tidak boleh ada yang kelaparan," ujarnya.



Simak Video "Panas! Unjuk Rasa Buruh di Makassar Diwarnai Aksi Dorong Pagar-Bakar Ban"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)