Surat-Menyurat Kini Sudah Serba Digital, Tapi Ini Tantangannya

ADVERTISEMENT

Surat-Menyurat Kini Sudah Serba Digital, Tapi Ini Tantangannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 05 Mei 2022 23:00 WIB
Ekonomi Digital
Foto: Dok Detikcom
Jakarta -

Kegiatan surat-menyurat kini sudah bisa dilakukan secara digital. Namun demikian, kegiatan surat-menyurat di era digital ini bukan berarti tanpa tantangan.

Tantangan itu salah satunya menyangkut tanda tangan dan keaslian dokumen. Lalu, apa solusinya?

Untuk penggunaan tanda tangan, masyarakat dapat menggunakan tanda tangan digital yang disediakan oleh Perum Peruri. Sebagai bentuk layanan yang terintegrasi, Peruri juga menyediakan layanan stempel digital yang dapat menjaminkan keaslian suatu dokumen elektronik serta dapat berfungsi sebagai stamp akhir setelah dokumen tersebut disepakati dan ditandatangani oleh semua pihak terkait.

Tak cuma itu, Peruri juga memberikan kemudahan kepada masyarakat agar mudah mendapat meterai elektronik.

"Di zaman yang serba digital, Peruri telah mampu menyediakan produk atau layanan untuk mendukung proses administrasi bisnis atau usaha. Produk digital Peruri lengkap mulai dari tanda tangan digital, stempel digital hingga meterai elektronik yang dapat diaplikasikan dalam satu dokumen elektronik," jelas Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi dalam keterangannya, Kamis (5/5/2022).

"Namun untuk meterai elektronik hanya bisa dibeli melalui distributor dan pengecer. Jadi, layanan digital Peruri adalah sebuah solusi agar produktivitas kita tetap terjaga dalam kondisi apapun," tambahnya.

Layanan digital ini terus beroperasi, termasuk hari libur. Bagi pelanggan yang mengalami kendala atas layanan digital Peruri bisa menghubungi helpdesk melalui WhatsApp di 0811-980-9600 atau melalui email ke cs.digital@peruri.co.id.

Adi menambahkan, layanan digital Peruri bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat momen cuti bersama Lebaran. Masyarakat tetap dapat pulang ke kampung halaman tanpa harus khawatir proses administrasi untuk urusan bisnis atau usahanya terhambat karena semuanya dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja.



Simak Video "Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai USD 77 Miliar Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT