Inggris Siap Guyur Rp 22 Triliun untuk Militer Ukraina Lawan Rusia

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Minggu, 08 Mei 2022 11:00 WIB
FILE - In this file photo dated Monday, Dec. 14, 2020, the Union Flag flies on the top of 10 Downing Street, the Prime Ministers official residence in London. The British government said Wednesday March 24, 2021, the national flag should be flown every day on all public buildings, the latest move in an increasing embrace of the Union flag. (AP Photo/Alberto Pezzali, FILE)
Foto: AP Photo/Alberto Pezzali, FILE
Jakarta -

Inggris berjanji akan memberikan bantuan sebesar US$ 1,60 miliar atau setara lebih dari Rp 22,88 triliun (kurs Rp 14.300) ke Ukraina. Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan lebih lanjut pihak Inggris, kepada militer Ukraina.

Dikutip dari Reuters, Minggu (8/5/2022), Perdana Menteri Inggris Johnson telah menjadi salah satu pendukung terkuat dalam mendukung Ukraina untuk melawan pasukan Rusia.

"Serangan brutal Rusia tidak hanya menyebabkan kehancuran yang tak terhitung di Ukraina, itu juga mengancam perdamaian dan keamanan di seluruh Eropa," kata Johnson dalam sebuah pernyataan.

Pihaknya juga telah mengirim rudal anti-tank, sistem pertahanan udara, dan senjata lainnya ke Ukraina. Pemerintah mengatakan bantuan ini adalah tingkat pengeluaran tertinggi untuk konflik, sejak perang di Irak dan Afghanistan. Meskipun, pihaknya tidak memberikan rincian perhitungan rinci terkait hal itu.

Inggris mengatakan pengeluaran ekstra untuk bantuan Ukraina ini, akan datang dari dana cadangan yang digunakan oleh pemerintah untuk keadaan darurat.

Para pemimpin negara-negara G7, yakni Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat (AS) juga akan mengadakan pertemuan virtual bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Minggu ini.

Johnson akan menjadi tuan rumah pertemuan perusahaan pertahanan terkemuka di akhir bulan ini, untuk membahas peningkatan produksi dalam menanggapi peningkatan permintaan yang diciptakan oleh perang di Ukraina.

Pada Sabtu lalu, pemerintah Inggris sejauh ini Inggris telah menerima lebih dari 5 juta orang pengungsi dari Ukraina. Selain itu, Inggris telah mengeluarkan lebih dari 86.000 visa ke Ukraina, di mana sekitar 27.000 orang telah berhasil masuk ke Inggris.



Simak Video "Rudal Rusia Hantam Mal, Zelensky: Aksi Teroris Paling Berani"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)