ADVERTISEMENT

Tetap 'Ngantor'! Ini Deretan Pekerjaan yang Nggak Bisa Dibawa WFH

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 08 Mei 2022 20:00 WIB
Sebagai bentuk komitmen Suzuki dalam investasinya di Indonesia serta memenuhi kebutuhan otomotif di pasar nasional maupun ekspor, PT. Suzuki Indomobil Motor (SIM) meresmikan pabrik baru nya dengan fasilitas perakitan mobil, produksi mesin dan transmisi mobil di Kawasan Industri Greendland International Industrial Center (GIIC) Blok AC No.1 Kota Deltamas, Cikarang Pusat  Bekasi, Jawa Barat dengan total investasi sebesar US$ 1 Milliar.
Ilustrasi Pegawai Pabrik (Foto: File detikOto)
Jakarta -

Pemerintah menganjurkan perusahaan untuk menerapkan sistem work from home (WFH) selama seminggu ke depan. Pengusaha menyatakan anjuran itu akan sulit dilakukan.

Pasalnya banyak sekali pekerjaan yang memang mewajibkan karyawan untuk hadir di tempat kerja. Misalnya saja buruh-buruh pabrik di kawasan industri. Semua pekerjaan harus dilakukan secara langsung di tempat.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta Nurjaman menyatakan di sektor industri memang mayoritas pegawai adalah karyawan lapangan. Untuk urusan administrasi yang bisa WFH, jumlahnya pun tidak banyak.

"Kan kalau Industri ini kebanyakan karyawan lapangan bukan administratif yang bisa WFH. Misalnya, ada karyawan 600, paling 20-30 orang administrasinya, mau dia WFH juga nggak signifikan kalau tujuannya kurangi macet," kata Nurjaman kepada detikcom, Minggu (8/5/2022).

"Untuk dunia industri saya yakin nggak mungkin bisa lagi WFH, mau 50% dulu atau bagaimana nggak bisa," lanjutnya.

Di sisi lain, memang banyak pekerjaan yang tidak bisa dilakukan secara remote dengan sistem kerja WFH. Di kantor bank saja misalnya, beberapa posisi frontliner harus tetap bekerja secara langsung dan melayani pelanggan. Misalnya saja, customer service ataupun teller bank.

Di sektor pelayanan kesehatan pun sama, hampir semua pekerjaan tak bisa WFH. Petugas kesehatan harus secara langsung mengurus dan merawat pasien. Mulai dari dokter, perawat, hingga apoteker.

Seperti diketahui, anjuran WFH sendiri dilakukan untuk mengurai kemacetan pada saat arus balik. Anjuran WFH selama seminggu ke depan ini sudah dipastikan akan dilakukan oleh PNS di instansi negara.

Pemerintah juga meminta pengusaha di sektor swasta mau melakukan anjuran itu agar para pegawai yang mudik lebaran bisa menghindari tanggal-tanggal puncak arus balik saat kembali dari kampung halaman.

Secara substansi sistem WFH dinilai sudah tidak asing karena sudah sering dilakukan di masa pandemi. Di lain pihak, sistem bekerja ini dapat memberikan kesempatan bagi pekerja untuk melakukan pekerjaan secara remote tanpa perlu ke kantor.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT