Kerugian Gempa 30 Pasar di Yogya-Jateng Rp 200 Miliar
Kamis, 01 Jun 2006 14:10 WIB
Jakarta - Kerugian yang dialami 30 pasar tradisional yang rusak berat akibat gempa di Yogyakarta dan Klaten, Jateng mencapai Rp 200 miliar. Untuk sementara, pemerintah akan membuat pasar darurat sebagai pengganti pasar yang ambruk."Kita masih belum tahu kerusakannya berat, sedang atau ringan. Ini upper estimated kalau keseluruhannya rusak total kerugiannya mencapai Rp 200 miliar," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/6/2006).30 Pasar tradisional yang rusak tersebut berada di Provinsi DIY sebanyak 18 pasar, yaitu di Kabupaten Bantul dan 1 di Kodya Yogya yakni Pasar Beringharjo. Sementara di Klaten terdapat 11 pasar, rusak yang terparah di Pasar Wedi.Untuk sementara, ungkap Mari, pemerintah akan membangun pasar darurat pertama di Pasar Niten Bantul. "Dibangun segera setelah dibersihkan puing-puingnya," katanya.Pembangunan tahap awal pasar darurat membutuhkan 50-60 tenda. Sedangkan kebutuhan keseluruhan mencapai 2.000 tenda dengan biaya Rp 1-2 miliar.Namun saat ini Depdag baru bisa mengirim 150 tenda dan diharapkan dua minggu ke depan sebanyak 2.000 tenda sudah bisa didirikan.Menurut Mari, yang terpenting saat ini adalah bagaimana perdagangan bahan pokok bisa berjalan.Depdag juga sudah mengidentifikasi 3.215 unit usaha kecil menengah (UKM) dari 10 ribu UKM yang disurvei. "Yang mengalami kerusakan seperti industri gerabah, kayu, bambu, batik, songket dan garmen," jelas Mari.
(ir/)











































