ADVERTISEMENT

Geger Penyakit Mulut & Kuku, Buwas Klaim Daging Kerbau India Aman

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2022 20:31 WIB
Sebanyak 168 ton daging kerbau impor dari India tiba di  Terminal Mustika Alam Lestari Tanjung Priok. Daging kerbau ini dijual Rp 80.000/Kg.
Foto: Agung Pambudhy: Bulog impor daging kerbau India
Jakarta -

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menegaskan daging kerbau beku yang diimpor Bulog dari India bebas dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Pernyataan ini merespons heboh penyakit mulut dan kuku pada ternak di Jawa Timur dan Jawa Tengah

Menurut Buwas daging kerbau impor itu aman karena sebelum didistribusi dari India itu telah melalui proses pengecekan dan karantina terlebih dahulu.

"Penyakit mulut dan kuku tidak ada kaitannya dengan daging kerbau impor karena daging tersebut begitu sampai di Indonesia tidak bisa langsung jual karena ada pemeriksaan laboratorium, begitu layak konsumsi baru diedarkan, bahkan ada proses karantina terlebih dahulu," kata Buwas dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Selasa (10/5/2022).

Selain itu, kata Buwas, penyakit mulut dan kuku tidak menularkan pada daging beku. Dia juga yakin sejak 2016 tidak ditemukan kasus daging impor yang mengandung penyakit mulut dan kuku.

"Penyakit mulut dan kuku pada ternak itu ini tidak ditularkan dari daging beku. Daging yang diimpor dari India ini kan bentuk beku. Dari 2016 kita ada penugasan daging kerbau belum ada kasus, jadi kalau disetop ini alasannya apa? Kebutuhan kita masih butuh, dan kita jamin kualitasnya baik dan aman," terang mantan Kepala BNN itu.

Dia menambahkan impor daging kerbau tidak akan hentikan selama tidak ditemukan kasus penularan dari daging beku. "Kalau impor daging kerbau India oleh Bulog harus disetop, apa alasan untuk setop? sementara kebutuhan daging (impor) masih diperlukan, karena itu kita harus jamin kualitas ini betul-betul baik," tutur Buwas.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT