Buwas Pede RI Tak Impor Beras Tahun Ini

ADVERTISEMENT

Buwas Pede RI Tak Impor Beras Tahun Ini

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2022 07:30 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso di Bandung
Foto: Wisma Putra/detikcom
Jakarta -

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau yang biasa disapa Buwas memprediksi tahun ini Bulog tak impor beras. Dia meyakini hal tersebut karena produksi beras lokal tengah meningkat.

Dalam penjelasannya, jumlah stok beras saat ini kurang lebih 1 juta ton. Dia mengklaim angka itu merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah yaitu 1 - 1,5 juta ton.

"Mudah-mudah prediksi saya dengan para direksi kita tidak akan impor sampai akhir tahun ini. Karena produksi lokal kita sedang meningkat, ini kan yang sedang digalakkan Menteri Pertanian saat ini," katanya saat konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Selasa (10/5/2022).

Buwas mengklaim Bulog belum impor beras selama 4 tahun berturut-turut. Dengan capaian itulah pihak Bulog percaya diri hingga akhir tahun ini tidak akan impor. "Ini untuk sekian kalinya 4 tahun berurut-turut kami tidak atau belum impor beras," ucapnya.

Dengan stok yang ada saat ini sebesar 1 juta ton, Buwas mengatakan angka stok tersebut masih akan terus meningkat karena Bulog masih terus menyerap hasil panen petani. Sejak awal tahun ini, Buwas mengatakan Bulog sudah menyerap sebanyak 256 ribu ton.

"Stok beras 1-1,5 juta ton itu CBP (cadangan beras pemerintah) tetapi kita juga ada untuk pemenuhan kepentingan komesial. Jadi di sini ada kita menyerap CBP maupun komersil. Hitunganya itu, dalam jumlah 1-1,5 juta ton itu stok kita aman sampai hari ini yang ada di pasar atau di pengusaha-pengusaha beras dan termasuk petani-petani," tutur Buwas.

Buwas juga berharap Bulog juga bisa ekspor beras ke luar negeri. Saat ini pihaknya berencana menjajaki ekspor ke Timor Leste, ekspor itu dilakukan dari produksi di Marauke.

"Saya berharap kita memulai ekspor dari produksi beras yang produksinya berlebihan. Contohnya untuk beras produksi di Marauke. Saat ini masih terhampat karena distribusinya karena biaya cukup mahal, trasnprotasinya tebatas. Sehingga sekarang saya berharap bisa mengekspor produksi Marauke ke Timur Leste," tutupnya.



Simak Video "Raibnya 500 Ton Beras di Gudang Bulog Pinrang Diusut!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT