Penurunan Harga BBG Dikaji

Penurunan Harga BBG Dikaji

- detikFinance
Kamis, 01 Jun 2006 15:25 WIB
Jakarta - Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Gas (BBG) dari Rp 3.000 per liter menjadi Rp 2.200 per liter setara premium. Penurunan harga itu dimaksudkan untuk menggairahkan pemakaian BBG oleh masyarakat."Saat ini memang masih ada kendala harga BBM di end user masih mahal. Makanya Dephub mengusulkan agar harga BBG menjadi Rp 2.200 per liter setara premium. Tapi masih kita kaji lagi," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (1/6/2006).Purnomo menjelaskan, kendala lain dalam penggunaan BBG adalah masalah volume gas yang saat ini masih sekitar 3,5 mmscfd. "Tapi itu tidak masalah karena PGN berencana akan memasok gas lewat pipa dari Sumsel yang besarnya mencapai 150 mmscfd," ungkapnya.Selain itu, PLN juga berencana akan menurunkan tarif listrik bagi stasiun pengisian BBG. "PLN bersedia mengubah tarif dari bisnis menjadi industri," jelasnya.Mengenai kendala converter kitt untuk beralih ke BBG, Purnomo mengakui, saat ini alat itu masih cukup mahal."Converter kitt untuk mobi 2.000 cc itu harganya masih Rp 10 juta. Ke depan bagaimana nanti pemerintah akan membuat kebijakan untuk memberi dana bergulir untuk pembelian converter kitt itu," tambahnya.Dana untuk converter kitt tersebut baru akan dikhususkan untuk kendaraan taksi dan bus. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads