Angka Pengangguran Capai 10,4%

Angka Pengangguran Capai 10,4%

- detikFinance
Kamis, 01 Jun 2006 15:27 WIB
Jakarta - Pengangguran tampaknya menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung terselesaikan. Jumlahnya tak kunjung menunjukkan penurunan bahkan cenderung meningkat.Berdasarkan data BPS yang dikeluarkan Kamis (1/6/2006), tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2006 mencapai 10,4 persen.Angka itu berarti sedikit lebih tinggi dibandingkan angka pengangguran terbuka pada Februari 2005 yang mencapai 10,3 persen, namun lebih rendah dibandingkan angka November 2005 sebesar 11,2 persen.Jumlah angkatan kerja terus bertambah. Pada Februari 2006 angkanya mencapai 106,3 juta orang, yang berarti naik 500 ribu orang dibandingkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2005 sebesar 105,8 juta orang.Sementara jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2006 sebesar 95,2 juta orang, bertambah 300 ribu orang jika dibandingkan dengan keadaan pada Februari 2005. Namun bertambah 1,2 juta orang jika dibandingkan dengan keadaan November 2005.Jumlah penduduk yang bekerja tidak penuh waktu, yaitu yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu, pada Februari 2006 sebesar 29,9 juta orang atau 31,4 persen dari seluruh penduduk yang bekerja. Angka ini lebih tinggi dari Februari 2005 sebesar 29,6 juta orang atau 31,2 persen.Kepala BPS Choiril Maksum menjelaskan, investasi yang masuk ke Indonesia itu bukan kepada sektor riil yang padat kerja, namun justru ke sektor yang padat modal.Di tempat terpisah, Menko Perekonomian Boediono berharap angka pertumbuhan cepat bertambah agar bisa menyerap pengangguran yang terus bertambah ini."Mudah-mudahan makin cepat pertumbuhannya. Mudah-mudahan pada semester II ini. Kita akan bekerja keras untuk meningkatkan penyerapan (anggaran)," ujar Boediono.Pemerintah akan mengorientasikan untuk meningkatkan pertumbuhan di sektor padat karya atau UKM yang produktif. "UKM yang produktif perlu kita dorong, bukan yang sektor informal karena penerimaannya tidak tinggi," tambahnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads