Harga Emas Turun Terus, Ternyata Ini Biang Keroknya!

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2022 11:35 WIB
Gold ingots in the Siberian city of Krasnoyarsk, Russia, on Nov 22, 2018. A search of the woman led to the discovery of eight pieces of gold weighing a total of nearly 1.9kg.PHOTO: REUTERS
Harga Emas Turun Terus, Ternyata Ini Biang Keroknya!/Foto: REUTERS
Jakarta -

Harga emas dunia masih tertekan dan semakin jauh meninggalkan level US$ 1.900 per troy ounce atau Rp 27 juta (kurs Rp 14.300). Harga emas internasional biasanya dihitung per troy ounce atau setara 31,1 gram. Jika dihitung per gram, harga emas internasional sekitar Rp 873.000.

Penurunan harga emas internasional membuat harga emas dalam negeri seperti yang dijual Antam juga melemah. Harga emas Antam hari ini dijual Rp 966.000 per gram.

Harga emas di pasar spot turun 0,5% ke level US$ 1.844,95 per troy ounce pada pukul 13.52 ET. Emas berjangka Amerika Serikat (AS) juga turun 1% ke level US$ 1.841,00 per troy ounce.

Pendorong pelemahan harga emas karena nilai tukar dolar AS yang terus menguat. Di sisi lain investor masih menunggu data inflasi sebagai strategi kebijakan bank sentral AS atau The Federal Reserve.

"Awalnya emas menunjukkan tanda-tanda kemungkinan stabil, tetapi investor masih gugup menjelang data inflasi tentang seberapa agresif The Fed," kata Analis Senior OANDA, Edward Moya dikutip dari CNBC, Rabu (11/5/2022).

"Penguatan dolar AS melukai emas. Meskipun kita melihat jeda di pasar obligasi, tampaknya investor tidak akan langsung melompat kembali ke emas," tambahnya.

Investor menunggu data indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis hari ini untuk mengukur kemungkinan dampaknya terhadap rencana kenaikan suku bunga The Fed.

"Tujuan The Fed untuk menurunkan inflasi tanpa menggelincirkan ekonomi adalah tantangan, tetapi dapat dilakukan di tengah meningkatnya ketidakpastian yang disebabkan oleh perang di Ukraina dan pandemi COVID-19," kata Presiden The Fed New York, John Williams.

Emas memang menjadi aset lindung nilai yang aman selama masa krisis politik dan ekonomi, termasuk terhadap inflasi. Meski begitu, kenaikan suku bunga tidak menguntungkan bagi harga emas.

Kenaikan suku bunga membuat imbal hasil obligasi naik, namun di sisi lain meningkatkan peluang kerugian untuk memegang emas yang memang tidak memberikan imbal hasil. Besaran imbal hasil Treasury AS 10 tahun turun setelah mencapai level tertinggi baru dalam hampir empat tahun di awal sesi.

Lihat juga Video: Harga Emas Naik, Warga di Parepare Ramai-ramai Jual Emas

[Gambas:Video 20detik]




(aid/ara)