Tarif KRL Bisa Naik Jadi Rp 8.000! Begini Simulasinya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 12 Mei 2022 10:51 WIB
Tarif KRL commuter line bakal naik menjadi Rp 5.000 masih dalam kajian. Usulan tersebut masih didiskusikan sebelum disampaikan ke Menhub.
Tarif KRL Bisa Naik Jadi Rp 8.000/Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Tarif KRL Commuter Line bakal naik sebentar lagi. Kenaikan tarif KRL seharusnya sudah dilakukan pada April 2022, namun akhirnya ditunda hingga Lebaran 2022. Kini setelah Lebaran, Kementerian Perhubungan mulai kembali mengkaji waktu yang tepat untuk kenaikan tarif KRL.

Jubir Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyatakan saat ini sudah ada pembahasan kembali soal kenaikan tarif KRL. Hanya saja dia enggan mengatakan apakah tarif KRL akan dinaikkan di sisa waktu tahun ini.

Yang jelas pemerintah masih membahas waktu yang tepat untuk kenaikan tarif KRL mempertimbangkan situasi terkini di tengah masyarakat. "Akan ada pembahasan kembali mempertimbangkan situasi terkini," ungkap Adita kepada detikcom, Rabu (11/5) kemarin.

Dalam catatan detikcom, usulan kenaikan tarif KRL datang dari Ditjen Perkeretaapian Kemenhub. Tarif yang akan naik adalah tarif dasar sejauh 25 kilometer (km) untuk perjalanan pertama KRL.

Bila awalnya tarif KRL untuk 25 km pertama hanya Rp 3.000, rencananya dinaikkan menjadi Rp 5.000. Tepatnya tarif KRL bakal naik Rp 2.000. Sementara itu, untuk tarif lanjutan KRL 10 km berikutnya tetap di angka Rp 1.000, tidak mengalami kenaikan.

Angka itu didapatkan dari survei ability to pay-willingnes to pay (ATP/WTP) yang dilakukan oleh pihaknya. Survei itu dilakukan untuk melihat kemampuan dan keinginan membayar dari masyarakat untuk tarif KRL Commuter Line.

Kemampuan Bayar Pengguna KRL

Dari survei yang dilakukan pihaknya di Jabodetabek, rata ATP atau kemampuan membayar masyarakat adalah sebesar Rp 8.486 untuk ongkos KRL. Sementara WTP alias keinginan untuk membayar masyarakat pada moda Commuter Line sebesar Rp 4.625.

Survei itu dilakukan pada 6.841 orang di Jabodetabek. Mulai dari lintas Bogor, Bekasi, Serpong, hingga Tangerang.

Angka itu, menurut Adita usulan kenaikan tarif tersebut sejauh ini masih sama dan belum berubah. Kenaikan tarif KRL hanya tinggal menunggu waktu. "Untuk angkanya, hasil kajian kemarin masih sama," ujarnya.

Sebesar apa sih kenaikan tarif KRL buat ongkos anak kereta alias anker? detikcom mencoba membuat simulasinya.

Mulai dari rute Stasiun Bogor-Jakarta Kota, rute ini panjangnya 54,8 km dari ujung ke ujung. Dengan tarif yang berlaku saat ini harga tiketnya senilai Rp 6.000, bila tarif naik akan menjadi Rp 8.000.

Sementara itu untuk rute Bekasi-Jakarta Kota dengan panjang 26,5 km, harga tiketnya saat ini Rp 4.000 dan bakal naik jadi Rp 6.000.

Kemudian, untuk rute Serpong-Tanah Abang, saat ini harga tiketnya sebesar Rp 3.000 dengan panjang rute Rp 24,2 km. Bila tarif KRL dinaikkan maka harga tiket akan menjadi Rp 5.000.

Sama halnya seperti rute Tangerang-Tanah Abang sepanjang 22,9 km, saat ini harga tiketnya cuma Rp 3.000. Bila tarif KRL dinaikkan akan jadi Rp 5.000.

Simak juga Video: Begini Kondisi TKP Mobil Tertabrak KRL di Depok Saat Ditutup Permanen

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)