Tips Jual Perhiasan Emas Biar Untung dan Nggak Rugi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2022 19:30 WIB
Jelang Lebaran aktivitas jual beli emas mulai meningkat. Hal ini karena sejumlah perusahaan sudah membayarkan THR dan sebagian warga membeli emas untuk investasi.
Tips Jual Perhiasan Emas/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Emas memang telah menjadi salah satu jenis investasi yang paling populer dan menjanjikan. Selain nilainya yang tahan terhadap inflasi, emas juga dapat dengan mudah dijual kembali saat sedang dibutuhkan.

Jadi tidak heran bila jenis investasi yang satu ini masih menjadi primadona, terlebih di kalangan ibu-ibu. Lantas bagaimana cara menjual emas agar makin untung?

Dikutip dari laman Sahabat Pegadaian, berikut adalah tips jual perhiasan emas yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko kerugian saat ingin menjual emas:

1. Pahami Kadar Emas dan Harga Jualnya

Nilai jual emas akan tergantung besar karat dan beratnya. Harga jual emas 18 karat tentu akan berbeda dengan 24 karat. Nilai jual emas 24 karat akan lebih mahal. Pastikan nominal uang yang kita terima harus sesuai dengan takaran emas.

2. Cari Tempat Tepat

Tips menjual perhiasan emas selanjutnya adalah mencari tempat atau toko emas yang tepat. Tidak semua toko perhiasan mau membeli emas dengan harga mahal, karena setiap toko akan memiliki kriteria harga emas yang berbeda-beda.

Jual emas bagusnya dimana? biasanya, salah satu tempat bagus yang biasa masyarakat pilih untuk menjual emas adalah Pegadaian, karena Pegadaian bisa membeli emas dengan harga relatif mahal, sekitar 97% dari nilai jual di pasaran. Tempat jual emas bagus, yang bersedia memberikan 95% dari harga pasar lainya adalah unit Antam dan butik emas di berbagai mal.

3. Jual di Tempat Saat Membeli Emas

Apabila kamu tidak menemukan toko atau tempat yang cocok untuk menjual emas, tips selanjutnya adalah kamu bisa jual perhiasan emas kamu di toko saat kamu membeli emas. Pada umumnya, toko emas saat kamu membeli emas itu akan bersedia menerimanya kembali.

Namun, tentu harganya akan lebih rendah, jika dibandingkan saat kamu melakukan pembelian. Biasanya, nominal yang diterima hanya 70-80% dari harga beli.

4. Teliti Keaslian Emas

Ketika kita ingin menjual perhiasan emas, tips yang perlu kita perhatikan adalah teliti terhadap status keaslian emas dengan jenis alat yang digunakan. Beberapa toko perhiasan umumnya akan memberikan syarat pengecekan emas untuk mengetahui keaslian emas tersebut.

Contoh, bisanya toko perhiasan yang jujur akan memakai alat avometer atau X-Ray Fluorescence untuk melihat keaslian emas. Namun, jika pihak toko perhiasaan meminta emasnya digosok, sebaiknya hal ini perlu kamu hindari. Pasalnya, biasanya penggosokan emas tersebut bisa bertujuan untuk mengurangi kadar emas.

5. Menyertakan Surat Pembelian Emas

Surat pembelian emas adalah bukti keaslian emas. Secara umum, surat pembelian emas akan berbentuk nota resmi dari toko di mana kita membeli emas tersebut. Namun, bagi sebagian orang banyak yang lupa bahwa surat pembelian tersebut merupakan hal yang penting, untuk itu kita perlu berhati-hati saat menyimpannya. Apabila surat pembelian emas hilang, maka hal tersebut akan menurunkan harga jual emasnya.

Demikian tips jual perhiasan emas agar tidak rugi. Semoga bermanfaat untuk detikers semua!

(fdl/fdl)