Pertamina Toleransi Supply Loss 0,2%

Pertamina Toleransi Supply Loss 0,2%

- detikFinance
Jumat, 02 Jun 2006 10:50 WIB
Jakarta - PT Pertamina (persero) hanya akan menoleransi angka supply loss alias kehilangan pasokan BBM sebesar 0,2 persen pada tahun 2006 ini. Supply loss Pertamina dalam tiga tahun terakhir sebesar 0,3 persen, dari standar toleransi yang berlaku adalah 0,5 persen.Juru bicara Pertamina, M Harun dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (2/6/2006) mengatakan, Pertamina akan terus berupaya menekan angka Supply loss. Harun menambahkan, salah satu upaya yang telah ditempuh manajemen antara lain dengan menetapkan target supply loss sebagai bagian dari Ukuran Kinerja Terpilih (UKT) para General Manager Pemasaran di lapangan. Pertamina melalui Satuan Pengawas internal (SPI) juga melakukan penelitian dan telah menetapkan panduan baru dalam penanganan loses. Berdasarkan data akurat perhitungan volume supply loss Pertamina untuk 2003sebesar 222.197.347 barel atau senilai Rp. 59,541 miliar dari total volume penjualan BBM 58,7 juta kilo liter. Untuk 2004, volume supply loss mengalami sedikit kenaikan hingga 274.965.048 barel atau senilai Rp 110,755 miliar seiring bertambahnya volume penjualan BBM menjadi 60,1 juta kilo liter. Pada 2005 angka supply loss kembali turun menjadi 232.540.471 barel atau senilai Rp 136,099 miliar meskipun penjualan BBM meningkat hingga 61,9 juta kilo liter. Harun menegaskan, berdasarkan rata-rata persentase dalam tiga tahun terakhir supply loss terus turun meski nilainya naik karena semakin tingginya harga BBM dari tahun ke tahun.Supply loss merupakan angka toleransi yang diakibatkan adanya perbedaan pembacaan karena perbedaan alat ukur, perbedaan metode pengukuran atau perbedaan pencatatan satuan yang digunakan, perbedaan sistem distribusi, perbedaan alat transportasi dan akibat adanya penguapan selama bahan bakar dipindahkan atau diangkut dari satu tempat ke tempat lain. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads