COVID Mengganas, China Perketat Perjalanan ke Luar Negeri

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Sabtu, 14 Mei 2022 19:06 WIB
China menerapkan pembatasan ketat di kawasan Beijing imbas penyebaran virus Corona. Salah satu kota terbesar di China itu kini sepi. Ini penampakannya.
Foto: Reuters
Jakarta -

China perketat perjalanan warganya ke luar negeri. Jika keperluannya tidak mendesak masyarakat di sana tidak bisa melakukan perjalanan internasional. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kebijakan zero COVID.

Mengutip CNN, dalam sebuah pernyataan Badan Imigrasi Nasional China mengatakan akan memperketat proses penerbitan dokumen perjalanan seperti paspor, dan secara ketat membatasi mereka yang ingin berpergian.

Pemerintah membenarkan langkah tersebut dengan klaim diperlukan untuk mengurangi risiko infeksi ketika meninggalkan China, dan membawa virus ketika memasuki China.

Perjalanan hanya akan diizinkan untuk tujuan mendesak. Mendesak yang dimaksud adalah berkaitan dengan pekerjaan, studi, bisnis dan penelitian ilmiah, serta keperluan perawatan medis. Kemudian, mereka yang perlu pergi ke luar negeri untuk membantu memerangi pandemi, atau mengangkut hal yang berkaitan dengan bantuan bencana akan dipercepat.

Badan tersebut tidak mengungkapkan bagaimana mereka dapat mengontrol pembatasan ini, atau bagaimana mencegah orang yang memiliki dokumen perjalanan sah untuk pergi.

Kebijakan larangan bepergian ini memberikan tekanan lebih pada masyarakat China yang telah mengalami lebih dari dua tahun upaya pengendalian Covid-19 yang kejam, di samping lockdown di seluruh kota, pengujian COVID-19 massal, dan karantina.

"Jangan keluar kecuali perlu, jangan tinggalkan negara kecuali perlu, jangan lahir kecuali perlu," tulis suatu akun yang berkomentar terhadap berita di platform mirip Twitter, Weibo, dikutip dari CNN, Sabtu (14/5/2022).

Sementara warganet lain berspekulasi, pejabat di China mungkin memberlakukan kebijakan larangan perjalanan ini karena takut banyak warga China melarikan diri efek dari kebijakan karantina yang diberlakukan Pemerintah China, terutama di Beijing, tempat di mana kasus Covid-19 tengah meningkat.

"Mereka yang ingin melarikan diri dari China takut bahwa hak dan martabatnya tidak ada artinya di hadapan kekuatan absolut pemerintah (di tengah wabah)," tulis salah satu komentar Weibo.

"Apakah kita akan kembali ke kebijakan pengasingan nasional Dinasti Qing?" tulis pengguna lain, merujuk pada dinasti kekaisaran terakhir China yang tahun-tahun terakhirnya, di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 ditandai dengan semakin terisolasinya China dari dunia luar.

(hns/hns)