Harga Batubara Acuan Turun, Ternyata Ini Penyebabnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 15 Mei 2022 10:31 WIB
A machine loads a BelAZ dump-body truck with coal at the Chernigovsky opencast colliery, outside the town of Beryozovsky, Kemerovo region, Siberia, Russia, April 4, 2016. REUTERS/Ilya Naymushin/File Photo
Foto: REUTERS/Ilya Naymushin/File Photo
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut ada penurunan Harga Batubara Acuan (HBA) sebesar US$ 12,76. Penurunan ini baru terjadi di bulan Mei dan membuat HBA jadi US$ 257,64 per ton.

Dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM Indonesia Sabtu (14/5/2022), penurunan HBA terjadi setelah pasokan batu bara dunia meningkat. China dan India telah meningkatkan jumlah produksi batubara dalam negerinya untuk mengurangi impor.

"Selain faktor meningkatnya pasokan, keputusan China untuk mengurangi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan mengembangkan energi hijau juga turut mendorong menurunnya harga batu bara dunia," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi.

Pada April Harga batubara Acuan sempat naik di level US$ 288,40 per ton. Hal ini dipicu keputusan Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) yang melakukan embargo terhadap pasokan energi dari Rusia.

Agung menjelaskan selama tahun 2022 di 4 bulan pertama grafik HBA terus menanjak. Dimulai dari bulan Januari 2022 sebesar US$ 158,50 per ton, naik ke US$ 188,38 per ton di Februari.

Di bulan Maret HBA menyentuh angka US$ 203,69 per ton dan kembali naik di bulan April. "Baru pada bulan ini grafiknya sedikit turun," terang Agung.

HBA sendiri merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8%, dan Ash 15%.

HBA Mei akan digunakan secara langsung dalam jual beli komoditas batubara (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel).

/



Simak Video "Menteri ESDM Arifin Tasrif ke KPK, Bahas Apa? "
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)