Geger Gandi Ngilang Jangan Terulang, Ini yang Perlu Diperhatikan saat Mau Nikah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 15 Mei 2022 15:00 WIB
Ilustrasi pernikahan
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Video resepsi pernikahan di Magetan, Jawa Timur membuat geger jagat maya belum lama ini. Bagaimana tidak, dalam resepsi itu si mempelai pria tidak tampak.

Gandi Alfian adalah mempelai pria, dan Ranting Delima adalah mempelai wanita. Belakangan, Gandi mengaku tak hadir dalam akad dan resepsi karena belum memiliki uang untuk mahar dan terbebani biaya resepsi.

Hal itu tentu menjadi pelajaran yang berharga bagi pasangan yang akan menikah. Lantas, apa saja yang mesti dipertimbangkan untuk menggelar pernikahan?

Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho menjelaskan, dalam pernikahan sendiri ada dua komponen penting yang mesti diperhatikan, yakni akad dan resepsi. Akad pernikahan, kata dia, bisa sangat murah jika digelar di Kantor Urusan Agama (KUA).

"Jadi kalau saya suka becanda begini, sebetulnya nikah itu biayanya mahal atau murah? Saya bilang murah banget. Kok bisa? Datang saja ke KUA, pas hari kerja, jadi nikahnya langsung di kantor KUA itu biaya cuma Rp 100 ribu," katanya kepada detikcom, Minggu (15/5/2022).

"Masalahnya pasangan dan keluarga yang mau anaknya nikah dengan cara seperti jarang-jarang ya. Makanya saya juga bilang yang mahal itu adalah biaya sosialnya," sambungnya.

Biaya sosial ini terkait dengan aspek kedua yakni resepsi atau akan digelar seperti apa acara pernikahan tersebut. Menurutnya, acara ini tergantung dari lingkungan mempelai dan keluarga.

"Biaya sosial itu maksudnya itu, kita ngundang siapa aja, berapa banyak orang, itu akan sangat tergantung dari circle keluarga dan diri kita juga. Mungkin kitanya ingin sederhana aja, misalnya kita anak yang baru fresh graduate tapi orang tua kita pejabat, orang berpengaruh di kampung, di tempat kita, daerah kita ya pasti nggak bisa sesederhana itu, pasti akan mengundang orang banyak," paparnya.

Maka itu, kata dia, dalam pernikahan akan sulit memperkirakan berapa minimal atau maksimal biaya yang akan dikeluarkan. Dia mengatakan, hal itu juga tergantung dengan lingkungan mempelai dan keluarga.

"Kalau saya sih tergantung circle kita dan keluarga kita, dan mau diacarain seperti apa," ujarnya.



Simak Video "Pernikahan Sepupu dari Sudut Pandang Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)