Akibat Konflik Rusia & Ukraina, Pengusaha Waspadai Krisis Pangan Global

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 15 Mei 2022 18:35 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid
Foto: Tangkapan layar
Jakarta -

Konflik geopolitik Rusia dan Ukraina mengakibatkan munculnya krisis global di tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Konflik politik itu juga telah menyebabkan terjadinya krisis pangan global yang saat ini menjadi ancaman berat bagi dunia.

Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid mengkhawatirkan fenomena ini akan berdampak sistemik berupa krisis sosial maupun politik.

Kelangkaan beberapa komoditas bahan pangan seperti kedelai dan gandum, hingga kelangkaan pasokan minyak akibat perang menyebabkan inflasi global yang ditandai dengan kenaikan harga barang dan jasa secara umum.

Inflasi yang tinggi dapat melemahkan daya beli masyarakat dan dampaknya paling dirasakan oleh masyarakat kurang mampu dan berpotensi menyebabkan krisis sosial, di mana terjadi risiko peningkatan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial yang semakin melebar. Seperti diketahui, proteksi bahan pangan masing-masing negara sudah mulai dilakukan, tidak ada lagi slogan pro-ekspor untuk bahan pangan.

"KADIN Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam upaya pencegahan dan meminimalisir krisis pangan sehingga tidak berdampak menjadi krisis sosial yang kemudian bisa menjadi krisis politik dalam negeri," kata Arsjad dalam keterangan tertulis, Minggu (15/5/2022).

Arsjad menyebut KADIN Indonesia akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah, terutama dalam penguatan ketahanan pangan Indonesia di sektor pertanian.

"KADIN Indonesia memiliki sebuah program pendampingan UMKM dengan skema close loop yang ditujukan untuk membina para petani, serta menciptakan kerja sama antara perusahaan besar maupun kecil dengan para petani di Indonesia. Harapannya program ini dapat meningkatkan ketangguhan petani di Indonesia di tengah tantangan inflasi dan perubahan iklim," tuturnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.