Indonesia Miskin Tapi Sombong

Indonesia Miskin Tapi Sombong

- detikFinance
Jumat, 02 Jun 2006 14:03 WIB
Jakarta - Investasi dari negara kaya raya di Timur Tengah (Timteng) ke Indonesia masih sangat minim. Hal itu terjadi bukan karena masalah regulasi, namun lebih dikarenakan Indonesia masih melihat negara Timteng dengan sebelah mata."Kita ini ibarat orang miskin tapi sombong. Kita perlu duit tapi kita tidak mau silahturahmi, kita itu dulu melihatnya sebelah mata," kata pakar syariah dari Batasa Tazkia, M. Syafii Antonio.Dai kondang itu menyampaikan hal tersebut disela-sela public hearing Good Corporate Governance (GCG) syariah, di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Jumat(2/6/2006).Syafii juga menilai Indonesia selama ini terlalu malas bersilahturahmi ke negara Timteng, sehingga otomatis negara Timteng pun malas untuk ke Indonesia. Sikap ini sangat berbeda dengan Malaysia, Pakistan, Turki yang rajin melakukan lobi-lobi untuk masuknya investor Timteng ke negara mereka.Lebih lanjut ia memaparkan beberapa hal yang membuat investor Timteng malas untuk berinvestasi ke Indonesia, yakni malas bersilahturahmi, masih kurangnya kepastian hukum, masalah keamanan. Juga belum selesainya aturan Sukuk (Obligasi Syariah) serta masih adanya anggapan bahwa Indonesia sebagai negara yang banyak koruptornya."Kita dianggap the biggest moeslem country, but the most coruptor, itu tidak bisa dipungkiri," ujar Syafii prihatin.Sementara Direktur Perbankan Syariah BI, Harisman menambahkan, saat ini baru ada 2 lembaga keuangan yang melakukan pembicaraan ke Bank Indonesia, untuk melanjutkan niatnya berinvestasi di Indonesia. Investor tersebut adalah 1 lembaga keuangan dari Kuwait, yakni Kuwait Finance House, 1 bank dari Qatar yakni Qatar Islamic Bank."Mereka datang untuk studi, buat program perencanaan, lalu due dilligent," ungkap Harisman. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads