Profil Presiden Uni Emirat Arab, Sosok Dermawan yang Punya Kekayaan Fantastis

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2022 19:30 WIB
Abu Dhabis Crown Prince Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan attends the burial of President of the United Arab Emirates Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, at Al Bateen cemetery in Abu Dhabi, United Arab Emirates, May 13, 2022. Ministry of Presidential Affairs/Handout via REUTERS   THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.
Foto: Ministry of Presidential Affairs/Handout via REUTERS
Jakarta -

Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan meninggal dunia, pada Jumat (13/5/2022) dalam usia 73 tahun. Sheikh Khalifa bin Zayed al Nahyan dikenal sebagai penguasa turun-temurun di Abu Dhabi.

Al-Nahyan adalah salah satu raja terkaya di dunia. Bahkan, Khalifa berada di posisi urutan 43 dalam daftar Powerful People tahun 2018 versi Forbes.

Diketahui, UEA merupakan negara dengan penduduk terkaya di dunia berkat sektor minyak, real estate, hingga industri penerbangan. Maka tak heran, jika profil Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed al Nahyan diselimuti dengan kekayaan.

Khalifa adalah putra pertama dari Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, yang menjabat sebagai penguasa Abu Dhabi dan kepala Dinasti Nahyan dari tahun 1966 hingga 2004. Khalifa dibesarkan di Al-Ain, yang menjadi salah satu kota terpenting di UEA.

Ia berperan penting dalam mengembangkan UEA dengan menggunakan kekayaan minyaknya, untuk mendorong investasi swasta dari warga Abu Dhabi melalui program pinjaman. Pada 1980-an ia menjadi ketua Dewan Perminyakan Tertinggi Abu Dhabi, begitu seperti dikutip dari laman Britannica.

Melansir dari Forbes, Selasa (17/5/2022), Ia menguasai 97,8 miliar barel cadangan minyak. Selain itu, Khalifa juga diketahui menjalankan salah satu dana kekayaan negara terbesar dengan aset senilai US$ 830 miliar atau setara Rp 12.118 triliun (kurs Rp 14.600).

Sementara, dikutip dari The Richest, Khalifa bin Zayed Al Nahyan diperkirakan memiliki kekayaan bersih US$ 23 miliar atau setara Rp 335 triliun. Ia berupaya untuk terus mempromosikan rencananya di Abu Dhabi hingga tahun 2030, untuk mengubah kota tersebut sebagai pusat pariwisata dan budaya.

Khalifa juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang dermawan. Melansir laman resmi pemerintah UEA, Ia mendirikan 'Yayasan Khalifa Bin Zayed Al Nahyan' pada tahun 2007. Hal itu dilakukan dalam rangka inisiatif perintis untuk kesejahteraan dan strateginya, yang difokuskan pada kesehatan dan pendidikan pada skala domestik, regional dan global.

Di tahun 2018, Ia bahkan menggandakan gaji pegawai pemerintah UEA. Langkah itu merupakan bagian dari inisiatif yang diadakannya, untuk merayakan peringatan 100 tahun kelahiran bapaknya, Sheikh Zayed. Selain itu, inisiatif tersebut juga merupakan bagian dari upaya pemerintah UEA, untuk memberikan kehidupan yang layak bagi warga UEA, seperti dikutip dalam pemberitaan laman Gulf Business pada (13/11/2018) lalu.

Sehari setelah kematiannya, saat ini posisi presiden langsung digantikan oleh sang anak Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.



Simak Video "Wakil Ketua Komisi X DPR Dukung Aplikasi Dangdut Verse"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)