Perang Masih Lanjut, Neraca Dagang RI dengan Rusia dan Ukraina Tekor Terus!

ADVERTISEMENT

Perang Masih Lanjut, Neraca Dagang RI dengan Rusia dan Ukraina Tekor Terus!

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2022 13:03 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat peti kemas dengan menggunakan alat berat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/4/2022).
Ilustrasi Neraca Perdagangan/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia dengan Rusia dan Ukraina mengalami defisit selama empat bulan berturut-turut. Hal itu imbas perang yang sedang terjadi antara kedua negara tersebut.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan neraca perdagangan Indonesia dengan Rusia secara kumulatif Januari-April 2022 tekor US$ 217,2 juta. Sementara dengan Ukraina, defisitnya senilai US$ 23,3 juta.

"Di sini memperlihatkan konflik Rusia-Ukraina merugikan kita, terlihat bahwa neraca perdagangannya empat bulan terakhir ini kita defisit kepada kedua negara," kata Margo dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Selasa (17/5/2022).

Margo menjelaskan pada 2021 neraca perdagangan antara Indonesia dengan kedua negara itu masih mencatatkan surplus. Misalnya dengan Rusia, selama Januari-April masih surplus US$ 48,3 juta dan dengan Ukraina surplus US$ 69 juta.

Pada Januari 2022 tren neraca perdagangan Indonesia dengan Rusia sebenarnya masih mengalami surplus sebesar US$ 11,5 juta. Defisit mulai terjadi pada Februari 2022, dengan defisit terbesar pada Maret 2022 sebesar US$ 186,8 miliar.

"April (2022) masih defisit, tapi defisitnya berkurang tinggal US$ 34 juta," jelasnya.

Sedangkan dengan Ukraina, sejak Januari-April 2022 tercatat selalu defisit, meskipun semakin menyusut.

"Januari (2022) kita defisit US$ 8,9 juta, kemudian terus berkurang defisitnya dan April ini defisitnya tinggal US$ 1,3 juta," bebernya.

Lihat juga video 'Ancaman Krisis Pangan Global & Dampak Perang di Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT