Menteri Ekonomi Se-ASEAN Kumpul di Bali Bahas Ekonomi Sampai Dampak Perang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 18 Mei 2022 16:33 WIB
Ilustrasi pariwisata Bali
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Menteri-menteri ekonomi se ASEAN kumpul di Bali untuk membahas terkait perekonomian dalam agenda Pertemuan ASEAN Economic Minister's Special Meeting. Acara ini berlangsung pada 17 hingga 18 Mei 2022.

Menteri Perdagangan M Lutfi mengungkapkan ini merupakan pertemuan pertama yang digelar secara offline setelah selama 2 tahun secara virtual.

"Dalam pertemuan tak cuma fokus membahas pemulihan ekonomi, tapi juga bagaimana membuat make ASEAN great again," kata Lutfi dalam konferensi pers, Rabu (18/5/2022).

Menurut Mendag Lutfi, para ekonom dan analis memproyeksikan perekonomian ASEAN akan tetap tumbuh positif, dan mampu menghadapi tekanan bahkan krisis ekonomi di sebagian belahan dunia.

Kondisi ini antara lain karena beberapa keunikan yang dimiliki ASEAN baik secara organisasi, visi, dan bentuk kerja sama yang telah dibangun selama 55 tahun terakhir. Keunikan tersebut dikenal dengan The ASEAN Way.

Menteri Perdagangan Kerajaan Kamboja Pan Sorasak mengungkapkan saat ini memang dunia sedang menghadapi tekanan geopolitik, perubahan iklim sampai upaya pemulihan dari pandemi COVID-19.

"Karena itu dibutuhkan kerja sama yang baik untuk memastikan ekonomi di ASEAN bisa berkelanjutan dan tangguh paska pandemi," jelas dia.

Dia menjelaskan saat ini negara di ASEAN memiliki target untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan pada 2030 mendatang.

Selain itu ASEAN juga harus terlibat dalam Konferensi WTO. Nah dalam konferensi ini diharapkan bisa terus memperbarui sistem perekonomian sesuai dengan situasi saat ini.

Menteri Perdagangan M Lutfi mengungkapkan ini merupakan pertemuan pertama yang digelar secara offline setelah selama 2 tahun secara virtual.



Simak Video "Sri Mulyani Beri Kabar Baik untuk Ekonomi RI"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)