Dunkin' Donuts Buka Suara Soal Disebut Belum Bayar THR Pegawai

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 18 Mei 2022 19:30 WIB
Dunkin donut
Foto: Istimewa
Jakarta -

Manajemen PT Dunkindo Lestari buka suara soal polemik tunjangan hari raya (THR) yang belum terbayarkan ke sejumlah pegawai. Perusahaan menyatakan, THR yang belum terbayar kepada 35 orang karena persoalan verifikasi data.

Manajer HRD PT Dunkindo Lestari Junaidi bercerita, perusahaan terkena dampak dari adanya pandemi COVID-19. Sebab, pemerintah melakukan sejumlah pengetatan.

Perusahaan pun merespons kebijakan pemerintah itu dengan melakukan pengaturan alias pengurangan waktu kerja.

"Tentunya hari kerjanya ini berdampak kepada upah yang kita bayarkan harapannya. Karena penjualan di counter itu turun, yang kerjanya 26 hari menjadi 20 hari. Kita di office yang istilahnya di kantor juga mengalami hal yang sama. Jadi kita gaji itu berkurang sekitar 30%-an, harap bisa bertahan," katanya kepada detikcom, Rabu (18/5/2022).

"Berjalannya waktu mereka menolak dibayarkan gaji secara proporsional sesuai dengan jumlah hari kerja yang masuk. Walaupun mereka masuk istilahnya 20 hari mereka tetap minta gaji full. Ini agak menyulitkan perusahaan juga karena penjualan turun dan counter banyak yang tutup," sambungnya.

Selanjutnya, karena banyaknya toko yang tutup, pihaknya mengambil kebijakan untuk merumahkan karyawan sekitar Mei 2020. Pada tahun 2021, mereka sudah tidak bekerja tapi manajemen berniat untuk membayarkan THR. Lalu, manajemen pun berinisiatif melayangkan surat untuk para pekerja tersebut.

"Sampai akhirnya 2022, saya inisiatif kirim surat ada sebagian yang datang, ada sebagian yang nggak datang. Yang datang ini sekitar 30-35 orang akhirnya minta THR. THR ini terus terang perusahaan istilahnya harus melalui tahapan-tahapan verifikasi dong, mereka baru masuk ini berapa hari. Ini harus diverifikasi dengan catatan yang istilahnya 2 tahun sebelumnya, 1-2 tahun sebelumnya," jelasnya.

Dia menegaskan, THR 2021-2022 kepada sebagian karyawan telah terbayar, hanya tersisa untuk 35 orang pekerja.

"(THR 2021-2022) Sudah, tinggal 35 orang ini, nggak masalah tinggal 35 orang ini, karena proses administrasi berjalan lambat. Mereka kan ada yang ketinggalan apa segala, ada yang KTP-nya nggak jelas, tanda tangannya belum. Verifikasi data kan butuh waktu," ujarnya.



Simak Video "Tolak Angin di THR Detik Ini Juga"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)