Utang IMF Dilunasi, Ekspor Digenjot

Utang IMF Dilunasi, Ekspor Digenjot

- detikFinance
Sabtu, 03 Jun 2006 15:50 WIB
Jakarta - Indonesia akan melunasi separo utangnya ke IMF pada pekan depan. Pemerintah yakin cadangan devisa Indonesia yang kini mencapai US$ 44 miliar akan tetap aman. "Cadangan devisa kita sudah cukup, tinggal nanti pengendalian sisanya itu harus betul-betul oleh Bank Indonesia," ujar Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta usai diskusi di Mario's Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (3/6/2006).Sejumlah jurus disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi ekses pembayaran utang IMF tersebut diantaranya dengan menggenjot ekspor. Guna menggenjot ekspor, lanjut Paskah, pemerintah sudah mengalokasikan kredit ketahanan pangan dalam APBN 2006 sebesar Rp 2 triliun. Namun menurut laporan yang diterima Paskah, sejumlah bank yang menyalurkan kredit ketahanan pangan seperti BRI penyalurannya masih minim."BRI melaporkan kredit ketahanan pangan ini baru dipergunakan sekitar Rp 9 miliar. Mungkin ini karena baru kuartal pertama. Nanti pada kuartal 2-3 akan saya sosialisasikan kepada masyarakat bahwa ada kredit ketahanan pangan," ujar politisi dari Golkar ini. Paskah juga akan menyosialisasikan adanya penjaminan kredit di departemen pertanian yang mencapai Rp 500 miliar. "Kita sekarang juga sudah memberikan alokasi lagi kepada pemberian subsidi bunga kepada perkebunan sawit, coklat. Kita tugaskan BRI," tambahnya.Ia menjelaskan, BRI akan menerapkan suku bunga kredit sebesar 18 persen karena sektor perkebunan ini dimasukkan dalam ritel. Dari angka tersebut, pemerintah akan memberikan subsidi bunga sekita 9 persen."Untuk tahun ini mungkin begini, pemerintah berupaya memberikan subsidi atas alokasi perkebunan itu untuk 120 ribu hektar. Pemerintah sudah akan mengalokasikan subsidi sekitar 9%-nya itu sekitar Rp 120-130 miliar," jelasnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads