Penjualan Turun
Honda Gencarkan Produk 'Plus'
Sabtu, 03 Jun 2006 16:01 WIB
Jakarta - Daya beli masyarakat yang belum pulih membuat angka penjualan produk otomotif terus turun. Tak terkecuali PT Honda Prospect Motor (HPM) yang merupakan distributor mobil Honda di Indonesia.Dalam upayanya mendongkrak penjualan, HPM bertekat tidak akan banting harga. HPM mengakalinya dengan meluncurkan produk 'plus' alias produk dengan nilai tambah. Produk 'plus' itu diharapkan bisa mendongkrak animo masyarakat membeli produk Honda. "Kita berikan nilai yang lebih. Kita tidak memberikan hadiah diluar nilai tambah mobil atau diskon besar-besaran," ujar Sales an Marketing General Manager PT HPM, Jonfis Fandy disela-sela peluncuran Honda Jazz tipe baru di Plasa Senayan, Jakarta, Sabtu (3/6/2006). Salah satu produk 'plus' itu adalah Honda Jazz VTECH Rocks dengan head unit tape yang dilengkapi dengan USB Port untuk memutar lagu. Produk ini hanya diproduksi secara terbatas yakni 360 unit yang diperkirakan habis dalam 1-2 bulan ke depan. Selain memiliki USB Port yang bisa mematur lagu dalam format MP3 maupun WMA, Honda Jazz rock juga memiliki tambahan speaker di pilar depannya sehingga bisa mengeluarkan suara yang maksimal.Head Unit juga memiliki fungsi DVD sehingga tinggal melengkapinya dengan TV mobil untuk bisa memanjakan sang pengemudi.Jonfis menambahkan, dalam waktu dekat HPM akan meluncurkan mobil Honda 'plus' untuk tipe lainnya. Untuk tahun 2006, perseroan menargetkan pangsa pasar tumbuh dari 10 persen tahun 2005 menjadi 11 persen tahun 2006. Peningkatan pangsa pasar itu, lanjut Jonfis, akan dilakukan melalui penyegaran produk, penambahan jaringan penjualan dan service. Honda Jazz sendiri merupakan kontributor terbesar dari penjualan Honda yakni mencapai 55 persen. Jonfis menegaskan, peluncuran Honda Jazz 'plus' ini tidak dimaksudkan untuk menggerus pangsa Yaris yang juga laris manis."Produk Honda Jazz ada dua i-DSI dan VTECH. i-DSI segmen bawah, VTECh segmen atas. Kompetitor biasanya masuk di tengah-tengah," ujar Jonfis.Untuk penjualan mobil secara nasional, Jonfis memrediksi hanya 300-350 ribu unit.
(qom/)











































