Pengusaha Mau Bantu Pasarkan Produk UMKM ke AS, Bagaimana Caranya?

Tim Detikcom - detikFinance
Jumat, 20 Mei 2022 07:40 WIB
Perajin menyelesaikan pesanan ukiran kayu badak jawa di Ujung Jaya, Pandeglang, Banten, Sabtu (29/1/2022). Ukiran badak jawa tersebut dijual dengan harga Rp80 ribu hingga Rp400 ribu per buah tergantung jenis bahan dan ukuran. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Ilustrasi UMKM/Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ingin membantu memasarkan produk UMKM Indonesia ke pasar Amerika Serikat dan Eropa pada Agustus nanti. Bagaimana caranya?

HIPMI akan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat dan Eropa dalam rangka pembukaan akses pasar UMKM ke negara-negara tersebut. Sebagai slah satu rangkaian kunjungan tersebut, para pengusaha muda ini menggelar HIPMI International Business Forum.

Ketua Bidang Investasi, Infokom & Kerjasama Internasional Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Dede Indra Permana Soediro mengatakan, kegiatan ini adalah upaya dari HIPMI untuk membantu membuka akses pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari seluruh Indonesia ke pasar global melalui format acara yang dirancang dengan kerja sama antara pengusaha muda dan pemerintah.

"Ini kita tindak lanjut untuk memverifikasi produk-produk daerah yang mana nanti akan kita bawa ke pasar Amerika. Untuk itu, acara ini merupakan agenda strategis yang diadakan pada setiap kepengurusan BPP HIPMI, momentum ini akan memanfaatkan untuk membantu membuka peluang yang sebesar-besarnya bagi seluruh anggota HIPMI dan UMKM menembus pasar global karena UMKM selain unggul di domestik juga siap untuk diekspor go international," ujar Dede, saat membuka acara HIPMI International Business Forum di Ballroom The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, dalam keterangannya, ditulis Jumat (20/5/2022).

Di tempat yang sama, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan P. Roeslani mengatakan, bukan rahasia lagi bahwa UMKM berkontribusi besar mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Menurutnya, sektor ini memang sudah menjadi tulang punggung Indonesia.

Dengan tema 'Mengantar UMKM Indonesia Menuju Pasar Amerika, ia menyebut, jumlah sektor bisnis UMKM di Indonesia pada 2021 mencapai 64,19 juta dengan partisipasi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,97 persen atau senilai Rp 8,6 triliun. Sektor bisnis UMKM memiliki peranan terhadap perbaikan ekonomi Indonesia, terlihat dengan kemampuannya menyerap 97 persen tenaga kerja dan mengintegrasikan investasi sebesar 60,4 persen.

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional dan peranan penting dalam membantu pemulihan ekonomi nasional. Peran UMKM di Indonesia memberikan kontribusi kurang lebih 61 persen dari PDB kita, serta menyerap tenaga kerja lebih dari 95 persen dari 131 juta tenaga kerja di Indonesia," ucap mantan Ketua Kadin itu.

Perlahan tapi pasti, menurutnya, sektor UMKM menunjukkan nilai positif. Banyak dari UMKM yang berhasil beradaptasi di tengah pandemi hingga omzetnya naik berkali lipat.

"Namun, hal tersebut tak datang begitu saja. Kebangkitan UMKM justru terjadi karena kemampuan mempertahankan daya saing lewat digitalisasi," ungkapnya.

Sekedar diketahui, forum bisnis tersebut dihadiri antara lain yaitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Walikota Solo Gibran Rakabuming, Ketua Umum BPD HIPMI Jaya Sona Maesana, Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Tengah Wulan Rudy Prasetiyo, dan Ketua Umum BPD HIPMI Sumatera Selatan Hermansyah Mastari.



Simak Video "Strategi Bisnis UMKM di Era Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)