Siap-siap! Sri Mulyani Beri Sinyal Suku Bunga Bakal Naik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 16:52 WIB
pOster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan saat ini banyak negara akan meningkatkan suku bunga acuan. Hal ini demi menjaga tingkat inflasi agar tidak bergerak terlalu liar.

Dia menyebutkan hal ini juga terjadi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. "Terutama di emerging market, kenaikannya cukup cepat supaya inflasi terjaga," kata dia dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (23/5/2022).

Sri Mulyani menyebutkan tingkat suku bunga Amerika Serikat (AS) dan Inggris memang sudah mulai naik, tapi masih jauh di bawah angka inflasi.

"Jadi kita bisa melihat bahwa negara ini kemungkinan akan menaikkan suku bunga dengan kalau inflasinya tidak terkendali kemungkinan sangat tinggi untuk Eropa yang selama ini 0% sekarang dengan inflasi 7,4% sudah mulai menunjukkan tanda-tanda mereka akan melakukan adjustment kenaikan suku bunga," jelas dia.

Menurut Sri Mulyani saat ini dunia dihadapkan pada tiga tantangan dari sisi ekonomi yang sama beratnya. Mulai dari inflasi tinggi, suku bunga tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang melemah.

"Tiga hal ini akan sangat mempengaruhi environment dari ekonomi seluruh dunia termasuk Indonesia. Inflasi global yang tinggi potensi pelemahan ekonomi," jelas dia.

Karena itu harus diwaspadai, untuk Indonesia sampai hari ini inflasi masih coba dikendalikan pemerintah. Hal ini supaya tidak semua kenaikan harga-harga dunia dirasakan masyarakat. Tentu akibatnya adalah pemerintah harus memberikan subsidi atau berbagai langkah stabilitas.

"Inflasi kita di 3,5% ini sudah relatif meningkat dibanding dengan dalam 12 bulan ke belakang atau 24 bulan ke belakang. Beberapa komoditas yang naik, transportasi berdasarkan kegiatan masyarakat mulai meningkat. Perawatan pribadi dan makanan serta minuman," jelas dia.

(kil/eds)