Airbnb Mau Cabut dari China, Ini Alasannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 24 Mei 2022 11:30 WIB
Logo airbnb
Foto: Dok.© airbnb, © Airbnb / Youtube/Brightside
Jakarta -

Perusahaan penyedia jaringan penginapan online Airbnb akan menutup operasinya di China. Saat ini, negara tersebut sedang menerapkan kebijakan 'zero Covid' di mana lockdown tengah berlangsung.

Seperti dikutip dari BBC, Selasa (24/5/2022), salah seorang sumber menyatakan semua daftar rumah di negara itu akan dihapus dari situs web perusahaan pada musim panas. Penginapan di China hanya menyumbang 1% dari pendapatan Airbnb dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan berharap fokus pada warga China yang berpergian ke luar negeri. Sebelum pandemi, wisatawan Tiongkok yang pergi ke luar negeri meningkat tiga kalilipat dalam waktu kurang dari satu dekade.

United Nations World Tourism Organisation mencatat, 155 juta perjalanan terjadi pada tahun 2019. Namun, sejak tahun 2020 China melakukan pengetatan, membuat perjalanan di dalam dan di luar negeri sangat sulit.

Airbnb mendirikan bisnisnya di China pada 2016. Sejak itu, sekitar 25 juta tamu telah memesan penginapan di sana.

Tetapi, sumber yang mengetahui keputusan perusahaan mengatakan operasi persewaan untuk pelancong yang mengunjungi China rumit dan mahal untuk dijalankan, bahkan sebelum pandemi.

Misalnya, rincian tamu dikirim ke pemerintah Tiongkok sesuai dengan undang-undang dan peraturan setempat, dan perusahaan telah menghadapi persaingan yang kuat dari platform persewaan rumah asli Tiongkok.

(acd/dna)