ADVERTISEMENT

Ini Bedanya Beras Premium dan Medium di Pasaran

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 24 Mei 2022 16:27 WIB
Harga beras medium di Pasar Cipinang mengalami kenaikan dari Rp 8.700 per kilogram (kg) menjadi Rp 9.150 hingga Rp 10.200 per kg.
Beda Beras Premium dan Medium/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Beras memang telah menjadi makanan pokok utama sehari-hari bagi masyarakat. Di pasaran, banyak ditemui beras dengan berbagai mutu dari premium hingga medium.

Bentuk dan penampilan beras adalah karakteristik pertama, yang diamati oleh konsumen ketika memilih dan membeli beras. Namun, bagi sebagian orang ada juga yang masih belum mengetahui perbedaan antara beras premium dan beras medium.

Lalu, apa bedanya beras premium dan medium?

Melansir laman Kementerian Pertanian (Kementan), perbedaan utama kedua kelas beras premium dan medium tersebut, ada pada kualitas tampilan beras (utuh dan patah), derajat sosoh keberadaan cemaran seperti butir merah, butir kuning, dan benda asing lainnya.

Dalam catatan detikcom, Salah satu pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang Billy Haryanto pernah menjelaskan bahwa beras medium dengan beras premium memiliki perbedaan yang cukup menonjol, jika diperhatikan baik-baik.

Perbedaan Beras Premium dan Medium

Segi Warna

Beras medium memiliki warna yang lebih semu atau lebih buram, jika dibandingkan dibandingkan dengan beras premium. Sementara, beras premium akan terlihat lebih terang.

"Secara kasat mata, memang nggak terlalu terlihat. Tapi, kalau diperhatikan yang medium (warnanya) lebih semu, dibandingkan yang premium. Premium lebih terang," ujar Billy kepada detikFinance, beberapa waktu lalu.

Patahan Butiran Beras

Jika dilihat dari sisi butiran beras yang patah (broken), beras medium memiliki tingkat kepatahan lebih tinggi yakni di atas 10%. Sedangkan, beras premium yang tingkat kepatahannya hanya 0-10%. "Dari tingkat broken (patahan bulir), kalau beras medium lebih banyak yang patah, daripada beras premium," jelasnya.

Berdasarkan laman Kementan, beras dengan persentase beras kepala (butir hampir utuh hingga utuh) >95% dan derajat sosoh 100% kita sebut beras premium, sedangkan beras dengan persentase beras kepala <95% kita sebut beras medium.

Kebersihan Beras

Pada beras medium, akan kerap ditemukan bulir beras yang bercampur dengan kotoran, seperti batu atau gabah. Sementara, kotoran-kotoran semacam itu tidak ditemukan di beras premium.

Kualitas Nasi

Perbedaan beras premium dan medium juga bisa dilihat dari kualitas nasi yang dihasilkan. Beras premium memiliki tampilan nasi yang lebih pulen, dan rasa yang lebih nikmat daripada beras medium.

Harga

Secara umum, harga beras premium tentu akan lebih mahal daripada beras medium. Beras premium di pasaran harganya mahal, dengan kandungan gizi lebih rendah dari beras medium.

Mutu Beras

SNI 6128-2015 mensyaratkan kelas mutu beras medium I mengandung beras kepala minimal 78% dan beras patah maksimal 20% dengan derajat sosoh 95% dan kadar air beras maksimal 14%.

Beras medium dengan rendemen bisa mencapai 63% dan kaya gizi terutama serat, juga makin tinggi derajat sosoh, makin rendah kadar mineral dan vitamin pada beras.

Melansir laman Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Litbang), beras mutu terbaik menurut SNI ditentukan oleh kandungan beras kepala sebesar minimal 95% dan beras patah maksial 5% dengan derajat sosoh 100% dan kadar air maksimal 14%. Dari karakternya, sebetulnya beras medium yang lebih murah dari premium ini, lebih bergizi.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT