Begini Cara BUMN Cegah Penyakit Mulut dan Kuku di Hewan Ternak

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 24 Mei 2022 18:21 WIB
Logo Berdikari, salah satu BUMN di kantor pusat Berdikari,, Jl Abdul Muis.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

BUMN di sektor pangan PT Berdikari (Persero) bakal memasok sapi hidup dan daging sapi dari Brasil. Ini merespons merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku yang menjangkit hewan ternak.

Direktur Utama PT Berdikari Harry Warganegara mengatakan merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di berbagai daerah disikapi Berdikari dengan melakukan berbagai langkah pencegahan.

"Sejak keluarnya informasi terkait dugaan wabah Penyakit Mulut Kuku (PMK) pada hewan berkaki empat, kami terus memperketat biosecurity yang diperlukan di kandang, baik untuk petugas, perlengkapan dan termasuk pakan ternak," kata Harry dalam keterangannya, Selasa (24/5/2022).

Harry mengatakan pihaknya juga akan melakukan pembatasan akses ke kandang-kandang operasional PT Berdikari. Contohnya pemberlakuan lockdown zona wabah.

"Kami juga menyiapkan agenda SOS, seperti pemberlakuan lockdown zona wabah pada tingkat kecamatan/Kabupaten di setiap wilayah, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait SOP Pencegahan dan pengendalian PMK," katanya.

Untuk cukupi pasokan kebutuhan hewan hidup selama Hari Raya Idul Adha, Harry menambahkan sapi dan domba kambing yang akan disiapkan untuk qurban dan konsumsi hari raya Idul Adha dipastikan aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) karena sudah melalui proses pemeliharaan, pemeriksaan berkala dan pemotongan yang termonitor ketat sesuai standar biosecurity.

Harry memastikan bahwa stok hewan peliharaan Berdikari saat ini dalam keadaan sehat dan tidak terindikasi PMK. "Saat ini Berdikari memiliki stok hewan ternak sebanyak 1.408 ekor sapi di kandang kandang wilayah Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan serta 1.213 ekor domba di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," jelasnya.