ADVERTISEMENT

CarbonX Genjot Energi Ramah Lingkungan, Begini Caranya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2022 10:46 WIB
CarbonX
Foto: Dok. Istimewa

Angela yakin ada masalah seputar kualitas pendidikan lingkungan yang diterima di sekolah-sekolah nasional. "Kurangnya keterlibatan dan minat guru serta kurangnya buku pendidikan tentang pendidikan lingkungan untuk guru dan siswa adalah salah satu masalah utama yang ingin kami atasi," katanya.

Sementara Co-Founder dan CEO CarbonX, Ken Sauer menyampaikan, "Beberapa jaringan lokasi CarbonX memiliki arti bahwa keterlibatan lokal dan jangkauan sosial di lapangan adalah elemen pendorong untuk penerapan program restorasi mangrove jangka panjang. Bersama dengan IIF, kami merasa bahwa kekuatan kami selaras dalam misi nol emisi karbon dan dapat mendukung hal tersebut."

"Misi CarbonX untuk berinvestasi dan mengembangkan aset berdampak besar. Dengan kemitraan bersama IIF, kami yakin bahwa kami dapat meningkatkan kesadaran sosial dan komponen keterlibatan terkait keberlanjutan yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mencapai Net Zero," lanjutnya.

Seperti diketahui, pada konferensi COP26 di Glasgow, Indonesia telah mengumumkan targetnya untuk mencapai nol emisi karbon pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat. Dalam rangka mencapai rencana ini, ahli lingkungan percaya bahwa usaha untuk mendorong pendidikan lingkungan perlu ditingkatkan di seluruh wilayah negara.

Program "Saya Pahlawan Lingkungan" berupaya untuk mengajarkan keberlanjutan lingkungan kepada anak-anak sekolah segala usia - dari prasekolah hingga sekolah menengah kejuruan. Tujuan program adalah untuk memenuhi tingkat kesadaran yang sangat dibutuhkan pada isu-isu lingkungan, khususnya mengenai Air, Limbah, Makanan, hingga Energi.

Program ini menggunakan silabus yang dibuat khusus dalam bentuk buku panduan, yang telah disetujui untuk penggunaan intrakurikuler oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Guru diberikan alat untuk mendidik lebih baik mengenai keberlanjutan lingkungan, misalnya melalui penggunaan empati, yang terbukti mengembangkan peserta didik yang lebih baik, yang lebih terlibat dan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap materi pelajaran.


(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT